Fenomena Langka, Gerhana Matahari Hybrid Bisa Dilihat di Wilayah Ini
Kamis, 20 Apr 2023, 08:10 WIBPALANGKA RAYA - Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti mengatakan fenomena gerhana Matahari hibrid dapat dilihat di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (20/4), selama 2 jam 48 menit.
"Secara umum, durasi gerhana yang teramati di Kalimantan Tengah rata-rata adalah 2 jam 48 menit," katanya di Palangka Raya, Rabu (19/4) malam.
Dia mengatakan gerhana di Kalimantan Tengah akan dimulai pada pukul 09.39 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 11.00 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 12.38 WIB.
"Gerhana yang teramati dari Kalimantan Tengah adalah gerhana matahari sebagian dan puncak gerhana terjadi pada pukul 11.00 WIB," kata Chandra.
Dia mengingatkan seluruh masyarakat di Kalteng untuk tidak melihat secara langsung ke arah Matahari ketika proses gerhana berlangsung, karena hal ini bisa merusak organ mata
"Jangan melihat proses gerhana secara langsung, karena radiasi yang ditimbulkan dapat merusak mata, sehingga jika akan melihat, maka harus menggunakan kaca mata khusus yang dapat memfilter," katanya.
Dia menerangkan gerhana Matahari hibrid terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari dan tempat tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan Bulan yang teramati dari Bumi sama dengan piringan Matahari.
Akibatnya, saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya, sedangkan di tempat tertentu lainnya, Matahari seakan-akan tertutupi Bulan.
Gerhana Matahari hibrid terdiri atas dua tipe, yakni gerhana Matahari cincin dan gerhana Matahari total.
"Gerhana Matahari hibrid termasuk fenomena cukup langka, namun sangat dianjurkan tidak dilihat secara langsung. Untuk itu, jika masyarakat ingin melihat peristiwa tersebut, maka bisa mengikuti melalui streaming live yang disiapkan BMKG, yakni di laman https://gerhana.bmkg.go.id," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kasih Bantuan UMKM Terdampak Bencana di Tukka, Catat Cara Mendapatkannya Disini!
-
Hasil Sidang Isbat Idulfitri 2026: Jadwal Pengumuman 1 Syawal 1447 H
-
Waspada Cuaca Panas Jakarta: Dinkes DKI Peringatkan Risiko Dehidrasi Hingga Heatstroke
-
Cuaca Hari Ini, Hujan Petir Berpeluang Melanda Tanjungpinang Kepri dan Banjarmasin Kalsel
-
PP Tunas Diterapkan, Permainan Tradisional Jadi Alternatif Kurangi Ketergantungan Medsos
-
Kerja Sama RI–Korea: Internet Lebih Stabil, Data Kian Aman, Talenta AI Diperkuat
-
Hasil FIFA Series 2026: Bulgaria Bantai Kepulauan Solomon 10-2
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.