• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dibintangi Tretan Muslim, ...

Dibintangi Tretan Muslim, Film 'Foufo' Padukan Kisah Alien dengan Drama Keluarga Madura

Kamis, 18 Jun 2026, 08:28 WIB

JAKARTA - Sutradara Bayu Skak dan produser eksekutif Sinemart, David Setiawan Suwarto, membuka tirai produksi film "Foufo" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (17/6), sebuah proyek lintas genre yang berusaha mendefinisikan ulang cakupan sinema asli daerah di Indonesia.

Film yang dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2026 ini memadukan absurditas pendaratan darurat makhluk luar angkasa di Madura, Jawa Timur, dengan fenomena ekonomi yang sering kali berat dari kehidupan keluarga di daerah setempat.

Ket. Foto: Konferensi pers peluncuran cuplikan dan poster film "Foufo" di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026). — Sumber: Antara

Bagi Suwarto konsep film ini adalah sebuah pertaruhan. “Saat kami mendengar sinopsis satu kalimatnya, itu adalah campuran antara keinginan untuk menolak dan di saat yang sama, rasa penasaran yang besar untuk melihatnya,” ujar Suwarto saat konferensi pers berlangsung.

Film ini berkisah tentang seorang pemuda (Tretan Muslim) yang berjuang mendanai perjalanan ibadah haji ibunya, namun hidupnya berubah drastis saat ia menemukan tamu alien yang berharga.

Komitmen Skak Studios terhadap keotentikan membuat mereka menghindari penggunaan bintang besar dan beralih ke pencarian talenta akar rumput.

Produksi ini mengadakan audisi terbuka di Surabaya dan menarik 2.500 peserta sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Jajaran pemain—termasuk pendatang baru Siti Kam (63) dan Anggun Dwi— pun terpilih untuk kemudian menghabiskan waktu 45 hari di sebuah apartemen komunal di Jakarta, sebuah strategi yang dikreditkan oleh Bayu Skak sebagai kunci terciptanya "chemistry" atau keselarasan hubungan keluarga agar dapat diterima penonton layar lebar.

“Kami perlu menangkap potensi mereka,” jelas Bayu Skak. “Karakter-karakter ini berganti bahasa secara alami—bahasa Madura di rumah, bahasa Jawa saat keluar, dan bahasa Indonesia untuk situasi formal. Begitulah cara hidup di Surabaya Utara.”

Pekerjaan teknis di balik "Foufo" menandai pencapaian signifikan untuk efek visual sebuah sinema lokal.

Makhluk tersebut tidak diwujudkan melalui rekayasa digital penuh, melainkan melalui pendekatan hibrida yang intensif.

Aktor Bambang "Ceper" mengoperasikan kostum fisik dan bertahan dalam interval 10 menit sebelum membutuhkan pendinginan di ruang ber-AC, sementara Ade Bibier Kurniyawan memberikan sulih suara dan ekspresi secara langsung (live) di lokasi syuting melalui teknologi "face tracking" atau pelacak wajah.

“Jika kami menggunakan CGI penuh, prosesnya memakan waktu satu setengah tahun,” kata Bayu Skak. “Dengan menggunakan kostum praktis untuk tubuh dan pengerjaan digital untuk kepala, kami memangkas waktu secara signifikan.”

Sebanyak 120 animator dari studio animasi di Surabaya bekerja selama tujuh bulan untuk menyempurnakan performa alien tersebut, memastikan desain "curve-heavy" atau berlekuk yang mereka buat menarik bagi penonton keluarga modern.

Bagi penulis skenario pendatang baru Achmad Faishol, film ini adalah eksplorasi sejarah pribadinya. “Ini adalah cerita tentang hubungan saya dengan ibu saya dan misteri langit,” ungkap Faishol menggambarkan proses penulisan "scene" ke-73 yang emosional ditulis pada pukul 3 pagi.

Dedikasi para pemain ditunjukkan saat konferensi pers oleh Siti Kam (pemeran Ibu Saiqona) yang memerankan adegan dari cuplikan naskah yang belum dirilis dengan sangat kuat.

Intensitas emosional tersebut membuat pemeran utama Tretan Muslim terharu, sekaligus menegaskan inti film ini: sebuah drama universal tentang beban bakti seorang anak, yang dibingkai oleh pendaratan tak terduga dari penghuni bintang-bintang.

Menjelang 9 Juli, tim di balik layar "Foufo" tetap teguh menghadapi kebisingan dari luar, termasuk kontroversi media sosial baru-baru ini mengenai pilihan politik para pemeran di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di 2024. “Ini adalah karya seni,” desak Tretan Muslim. “Mari tetap fokus pada ceritanya.”

Dengan rencana distribusi yang ambisius dan denyut nadi budaya yang kuat, "Foufo" berusaha membuktikan bahwa penonton Indonesia siap untuk fiksi ilmiah dengan konsep tinggi yang tidak mengorbankan jiwa kedaerahannya.

"Di dalam film 'Foufo' ini untuk bahasanya akan menggunakan bahasa Madura kurang lebih ada di 70 persen, dicampur dengan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia," kata Bayu Skak.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Dari Kampus ke Pasar Global, Mendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir

AirNav Indonesia Tuntaskan Program RBB 2026 di Boyolali

Menlu RI Sugiono dan Menlu Tiongkok Wang Yi Gelar Pertemuan di Jakarta

Kabar Mengejutkan! KPK Tangkap Jajaran Rektorat Unsoed, Ini Penjelasan Selengkapnya

Program Relawan Bakti BUMN 2026 Berakhir, PTPN Group Sukses Perkuat Fondasi Desa Wisata Bulok

Libur Panjang Maulid Nabi, KAI Bandung Sediakan 60.717 Tiket Antisipasi Lonjakan Penumpang

AS Bersiap Hantam Iran dengan Sanksi Ekonomi Terberat Sepanjang Sejarah

Pramono Dorong Kolaborasi Tangani Masalah Transportasi

PIHPS Ungkap Harga Terbaru Cabai Rawit dan Telur Ayam, Segini Harganya

La Liga Spanyol: Mbappe dan Madrid Bidik Awal Sempurna di Markas Espanyol

Gempa Bumi M6,7 Mengguncang Peru Selatan, Tak Ada Ancaman Tsunami 

Perkuat P4GN di Sektor Transportasi Laut, BKKP Berkolaborasi dengan KSOP Kelas I Banten Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Narkoba

Semeru Kembali Erupsi, Letusan Membubung 800 Meter dari Atas Puncak

Mau Bayar PKB? Samsat Keliling Hari Ini Ada di 14 Lokasi Jadetabek

SIM Keliling Buka di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini, Cek Jadwal dan Lokasinya

Arsenal Awali Misi Pertahankan Gelar, Liga Inggris Memasuki Era Baru

Tiket Konser The Script Mulai Dijual Hari Ini, Begini Cara Belinya!

BMKG Ungkap Bahaya Siklon Tropis Saudel, Sejumlah Wilayah Wajib Waspada

Cobolli Bangkit dan Menang Usai Makan Permen, Pegula Lanjutkan Dominasi di Cincinnati Masters

Hari Ini 5 Wakil Indonesia Berjuang Menuju Semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.