Diversifikasi Sumber Pembiayaan dan Investasi, Menkeu Purbaya Jajaki Pelaku Pasar Tiongkok
Jumat, 19 Jun 2026, 00:35 WIBBEIJING- Pemerintah berupaya melakukan diversifikasi (memperluas) sumber pembiayaan dan investasi. Upaya itu dimaksudkan agar sumber pembiayaan pembangunan nasional tidak bergantung pada satu mata uang atau satu pasar keuangan tertentu.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangan tertulisnya usai melakukan pertemuan dengan otoritas keuangan Tiongkok serta pelaku pasar keuangan di negara ekonomi terbesar kedua dunia itu mengatakan penjajakan ke Beijing sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan Tiongkok.
Menurut Purbaya, seluruh upaya Pemerintah tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas sumber pembiayaan dan investasi dari berbagai negara tanpa terikat pada kepentingan geopolitik tertentu.Â
âKita menerapkan prinsip non alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. Tiongkok merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat (AS), Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,â papar Menkeu.
Dalam beberapa rangkaian pertemuan di Beijing, Purbaya mengakui mendapat dukungan yang baik dari Tiongkok. Hal itu mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
âHasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, Peopleâs Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat. Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan Tiongkok terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat,â kata Purbaya.
Dalam berbagai pertemuan, Purbaya mengaku menyampaikan kondisi perekonomian Indonesia yang tetap solid di tengah dinamika global. Fundamental ekonomi nasional tegasnya dalam kondisi yang sehat, berbagai hambatan investasi yang sempat menjadi perhatian investor terus diperbaiki oleh Pemerintah.
âFundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Bapak Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif,â katanya.Â
Panda Bond
Selama dua hari kunjungannya di Beijing, Purbaya menggelar pertemuan dengan Kementerian Keuangan Tiongkok, bank sentral Tiongkok People's Bank of China (PBOC), AIIB, dan para investor Tiongkok untuk memperluas akses pembiayaan serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Salah satu hasil penting dari kunjungan tersebut adalah dukungan penuh Pemerintah Tiongkok dengan rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan Tiongkok.
Menurut Menkeu, baik Kementerian Keuangan China maupun PBOC menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung proses penerbitan surat utang tersebut.
âKami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan.
Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,â pungkas Purbaya.
- Surat Utang Negara
- Kemenkeu
- Bank Sentral Tiongkok (BOC)
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
- panda bonds
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Siapkan SDM dan Perkuat Skill Kerja, Pemkab Gunungkidul Dorong Warga Ikut Magang Hub Kemnaker
-
Bursa Transfer Arsenal: The Gunners Sempat Tawarkan Viktor Gyokeres dalam Skema Tukar Tambah Demi Dapatkan Julian Alvarez
-
Raker Banggar DPR dan Kemenkeu Bahas LKPP Tahun Anggaran 2025
-
DPR Gelar Rapat Paripurna Bahas RAPBN 2027
-
PT KAI Catat Pelanggan Kereta Api di Sumatra Meningkat pada Semester I 2026
-
Asap Berbahaya dari Kebakaran Hutan di Kanada Mencekik Jutaan Orang di AS
-
Tembus Pasar Ekspor, Ikan Tuna Asal Maluku Resmi Masuk Thailand
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.