Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jokowi Ingin Pebisnis Jerman Jadikan RI Bagian Rantai Pasok Cip Global

📅 Rabu, 19 Apr 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Jokowi Ingin Pebisnis Jerman Jadikan RI Bagian Rantai Pasok Cip Global Doc: ISTIMEWA
Ket. Jokowi Hannover Messe 2023.

HANNOVER - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan pelaku bisnis Jerman menjadikan Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok cip global, yang disampaikan dalam Indonesia-Jerman Business Summit pada perhelatan Hannover Messe 2023.

"Indonesia siap menjadi mitra pengembangan industri semi konduktor, dan produksi baterai mobil listrik. Saya mengharapkan dukungan para pebisnis Jerman untuk menjadikan Indonesia bagian dari rantai pasok cip global," kata Jokowi, di Hannover, Jerman, Senin (17/4).

Selain itu, Jokowi juga ingin dukungan Jerman dalam upaya transisi energi yang dilakukan Indonesia, di mana hal itu merupakan komitmen Indonesia untuk mewujudkan dunia yang lebih baik karena potensi energi baru terbarukan Indonesia sangat besar yakni 434 ribu megawatt.

"Kami membutuhkan dukungan, terutama terkait dengan pembiayaan inovatif, transfer teknologi tinggi, reskilling tenaga kerja," ujar Jokowi.

Seperti dikutip dari Antara, Jokowi ingin dukungan Jerman dalam hal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). "Ini bukan membangun kota baru dari nol. Ini adalah hub baru yang menghubungkan berbagai fasilitas yang telah ada di kota-kota sekitar," kata Jokowi.

Jokowi menyebut Nusantara adalah kota pintar dan berkelanjutan dengan 65 persen lahan untuk hutan tropis yang dibangun berdasarkan prinsip energi hijau dan ekonomi hijau.

Jadi Prioritas

Menurut Jokowi, ada tiga hal yang menjadi prioritas Indonesia, yakni hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah, menjaga keberlanjutan, dan membuka lapangan kerja.

Jokowi menyampaikan situasi ekonomi dunia saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Prediksi bank dunia, pertumbuhan global berpotensi jatuh ke titik terendah.

Tapi, lanjutnya, di tengah ketidakpastian itu, ekonomi Indonesia justru mantap menjadi titik terang, di mana pada 2022 ekonomi Indonesia tumbuh 5,31 persen. "Dan harus ini saya mengajak Jerman untuk menjadi bagian penting dari kemajuan bersama. Kemitraan bisnis telah lama terjalin bahkan, Siemens membuat jalur telegram pertama di Surabaya, Indonesia," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut, kemitraan Indonesia-Jerman dapat menjadi contoh baik kemitraan Utara-Selatan, yakni kemitraan yang setara, saling menghormati, saling menguntungkan, dan kemitraan tersebut adalah wajah kemitraan masa depan.

"So, please come and invest di banyak sektor yang dapat Anda pilih. Dan saya ingin sampaikan, Indonesia will remain a stable and prospective destination for your business. Terima kasih," pungkas Jokowi.

Presiden Jokowi mengajak para pengusaha Jerman untuk berinvestasi dalam transformasi ekonomi Indonesia khususnya di tiga sektor prioritas, yaitu hilirisasi industri, transisi energi, dan pembangunan IKN Nusantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

33 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.