Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penurunan Produksi Masih Berlanjut

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 09:33 WIB | Oleh:
Penurunan Produksi Masih Berlanjut Doc: ANTARA/Sinta Ambarwati

JAKARTA - Produksi minyak kelapa sawit terus menunjukkan tren penurunan sehingga menjadi fokus utama para pelau bisnis di sektor tersebut. Karenanya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) akan mengakselerasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengungkapkan percepatan PSR sangat penting untuk menyeimbangkan kembali produksi dengan konsumsi dan ekspor. Tanpa adanya percepatan peningkatan produktivitas melalui PSR, dikhawatirkan ekspor anjlok karena untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Padahal, sepanjang Januari-Februari lalu menyumbang devisa sebesar 5,29 miliar dollar AS. "Kontribusi ekspor minyak sawit dalam neraca perdagangan Indonesia kontribusinya masih positif. Sampai Februari 2023 masih 5,29 miliar dollar AS sehingga menyebabkan neraca perdagangan kita masih positif," kata Eddy Martono saat acara Buka Bersama Gapki Bersama Media di Jakarta, Jumat (14/4).

Berdasarkan catatan Gapki, produksi minyak kelapa sawit pada Februari 2023 mencapai 3.883 ribu ton atau masih lebih rendah dibanding Januari 2023 sebesar 3.892 ribu ton. Namun, angka tersebut tidak sebesar penurunan pada Januari terhadap Desember 2022 sebesar 4.300 ribu ton.

Merujuk pada tren produksi sawit di tahun-tahun sebelumnya, Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan produksi yang sudah berlangsung sejak September 2022 dan diperkirakan akan segera berakhir. Selain itu, Produksi PKO juga sedikit turun dari 370 ribu ton pada Januari 2023 manjadi 369 ribu ton pada Februari 2023.

Total volume ekspor pada Fenbruari juga turun menjadi 2.912 ribu ton dari 2.946 ribu ton pada Januari 2023. Meski demikian, nilai ekspor naik menjadi 2.687 juta dollar AS pada Februari 2023 dari 2.605 juta dollar AS pada Januari lalu. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan ekspor pada olahan minyak sawit dari 2.121 ribu ton pada bulan Januari menjadi 2.254 ribu ton pada Februari (harga produk olahan lebih tinggi dari harga bahan baku CPO).

Konsumsi Naik

Sementara itu, total konsumsi dalam negeri pada Februari 2023 sebesar 1.803 ribu ton, lebih tinggi dibanding Januari 2023 sebesar 1.786 ribu ton. Meskipun dalam jumlah yang tidak signifikan, kenaikan ini terutama untuk konsumsi industri pangan, industri oleokimia maupun industri biodiesel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.