Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Traktat Laut Lepas, Perjanjian Perlindungan Laut yang Bersejarah

📅 Kamis, 13 Apr 2023, 12:31 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sampai saat ini, tidak ada hukum yang mengatur kepemilikan sumber daya genetik di perairan internasional. Akibatnya, perolehan paten gen-gen tersebut bergantung pada kapasitas teknologi suatu negara ataupun perusahaan.

Penelitian yang terbit di Science 10 tahun lalu menyatakan 90% paten gen dari laut dipegang oleh 10 negara saja. Padahal, negara-negara tersebut hanya memiliki 20% dari total garis pantai dunia. Sekitar 70% dari paten bahkan dimiliki tiga negara: Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang.

Penelitian lainnya yang juga terbit di Science pada 2018 mengindikasikan bahwa BASF, perusahaan kimia terbesar berbasis di Jerman telah mendaftarkan 47% paten untuk sumber daya genetik laut.

Walapun Traktat Laut Lepas sudah memuat aspek ini, dunia masih membutuhkan mekanisme khusus untuk pembagian ulang manfaat ekonomi dan sekaligus informasi genetik internasional kepada seluruh negara.

3. Penilaian dampak lingkungan

Sejauh ini tidak ada otoritas yang berkompeten untuk mengatur dan memantau penilaian lingkungan di perairan internasional. Traktat ini akan mewajibkan penilaian dampak lingkungan terhadap aktivitas perekonomian yang berisiko mencemarkan ataupun menimbulkan dampak berbahaya serta signifikan bagi lingkungan laut.

Penilaian dampak ini juga akan disertai penetapan baku mutu dan faktor-faktor yang terkait.

4. Pengembangan kapasitas dan transfer teknologi kelautan

Traktat Laut Lepas juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas negara berkembang, misalnya melalui transfer teknologi kelautan serta kemitraan keilmuan dari negara maju.

'Kapal telah Angkat Sauh'

Traktat Laut Lepas masih memiliki peluang penyempurnaan. Seluruh negara juga perlu meratifikasi serta membahas Perjanjian ini dalam konferensi tahunan (COP). Harapannya, negara-negara anggota dapat menerbitkan dan mengatur aspek-aspek yang telah disepakati.

Setidaknya perjanjian ini menjadi tonggak awal perlindungan laut serta jaminan bagi pelestarian dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

Saat mengumumkan kesepakatan final Traktat Laut Lepas, Ketua Konferensi Rena Lee menyatakan: "Bapak-bapak dan ibu-ibu, kapal telah angkat sauh."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
KM Mutiara Sentosa II Menga...

Pemerintah Evaluasi Operator KMP Mutiara Santosa II Usai Kebakaran

45 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...

Ratusan korban selamat KMP Mutiara Santosa II Tiba di Surabaya

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Ekonomi
Jelang HUT RI, Pedagang Ben...

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

52 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...
Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.