Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bangun Gudang di Sentra Penggilingan

📅 Kamis, 13 Apr 2023, 08:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bangun Gudang di Sentra Penggilingan Doc: Istimewa
Ket. Menteri Per­tanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL)

JAKARTA - Pemerintah mengupayakan agar sentra penggilingan beras mempunyai gudang sehingga mampu menyimpan hasil panen petani. Langkah itu sebagai salah satu upaya untuk menjaga kekuatan cadangan stok beras masyarakat.

"Saat ini, penggilingan itu in out-nya cepat karena mereka tidak punya gudang yang bisa bertahan 1-2 minggu. Kita sedang desain ada stok di penggilingan dan selama setahun in bisa tercapai stok masyarakat," kata Direktur PPHP Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Batara Siagian di Jakarta, Rabu (12/4).

Batara menilai melalui pembentukan gudang beras di sentra penggilingan juga akan mampu menekan harga beras karena stok beras bisa didistribusikan secara bertahap sesuai kebutuhan. Menurutnya, salah satu penyebab harga beras yang masih tinggi di tengah panen raya akibat stok beras di penggilingan padi yang berlebih di suatu titik akan dikirim ke daerah lain. Karenanya, besaran biaya distribusi dibebankan kepada harga akhir beras di tangan konsumen.

"Peredaran beras kita dari dulu polanya sama. Jadi, kalau ada panen raya, logistiknya tidak berhenti di situ. Padinya pindah ke provinsi lain, antar pulau, sehingga bisa saja tertahan seminggu 2 minggu sebelum di jual ke wilayah-wilayah tertentu yang mungkin juga kembali ke daerah panen itu. Ini yang membuat termasuk mahal," ucapnya.

Selain itu, banyaknya sentra penggilingan yang sudah tidak bekerja sama dengan Bulog turut membuat pemerintah kesulitan memenuhi untuk memenuhi kebutukan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang jumlahnya mencapai 2,4 juta ton.

"Perbedaan perilaku dari teman-teman penggilingan yang dulu sebagian bekerja sama dengan Bulog sekarang relatif membangun pasar sendiri, membuka pasar sendiri tanpa bekerja sama dengan Bulog dan pasar induk dan ini yang mungkin harus kita perdalam lagi nanti, kita cermati," ungkapnya.

Intervensi Harga

Karena itu, Batara menilai perlunya intervensi dari pemerintah untuk memastikan peredaran beras masyarakat tidak menciptakan harga yang lebih tinggi karena adanya faktor pendistribusian. "Margin yang harusnya bisa diperoleh gabah itu dari titik tertentu tapi karena yang memenuhi adalah pihak lain dari wilayah lain yang telah mengeluarkan (biaya) transportasi," ujarnya.

Dia menambahkan ini salah satu perbaikan dengan Bapanas bagaimana meramu agar peredaran beras bisa dibatasi dengan kerja sama yang baik dengan daerah sentra-sentra. Adapun terkait pemenuhan kebutuhan beras masyarakat, ia memastikan bahwa stok cadangan beras dalam kondisi cukup. Bahkan stok beras yang masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang terus meningkat.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan ketersediaan bahan pokok pangan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional dalam kondisi aman. Dia menjamin produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran mendatang.

"Kita pastikan ketersediaan aman. Kita sudah menerima laporan dari daerah dan dari hasil pemantauan di lapangan 13 komoditas kita aman. Walaupun ada empat komoditas yang didatangkan dari luar negeri seperti kedelai, gula, daging dan bawang putih. Tapi saya pastikan semuanya aman," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
KPK Panggil 13 Saksi di Jak...
Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.