Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Percepat Penanganan Kekerdilan Anak, Pemprov Banten Targetkan Angka Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024

📅 Minggu, 09 Apr 2023, 05:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Percepat Penanganan Kekerdilan Anak, Pemprov Banten Targetkan Angka Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024 Doc: ANTARA/Mulyana
Ket. Plh Sekertaris Daerah Provinsi Banten, Virgojanti.

Serang - Percepat penanganan kekerdilan anak. Pemerintah Provinsi Banten menargetkan angka stunting di bawah 14 persen pada tahun 2024 dalam isu tematik program prioritas pembangunan dalam Pra musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024.

"Saya rasa hal yang lebih perlu diperhatikan yakni perihal stunting yang berkaitan dengan generasi muda sekarang ini," kata Plh Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojanti di Serang, Sabtu.

Menurutnya, dalam mencapai target tersebut, ada beberapa upaya yang akan dilakukan oleh Pemprov Banten. Diantaranya, menanamkan komitmen bersama untuk mencegah stunting serta melakukan kolaborasi yang terus dikembangkan, baik dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota.

"Konvergensi aksi yang terus kita lakukan yakni komitmen dan berkolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Baik dengan pemerintah pusat maupun daerah," jelasnya.

Adapun kolaborasi yang akan dilakukan oleh Pemprov Banten diantaranya melalui kolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang memiliki wewenang dan tanggung jawab atas fasilitas dan ketersediaan sanitasi serta air bersih yang baik.

"Aksi Konvergensi yang terus kita kolaborasikan salah satunya mengenai hadirnya Rumah Sakit, instalasi, dan sanitasi air yang ketidakberadaan-nya bisa menyebabkan stunting," kata dia.

Selain itu, Virgo menjelaskan kolaborasi yang dilakukan Pemprov Banten juga dilakukan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud). Yang memiliki peran untuk mengedukasi masyarakat dalam pencegahan stunting.

"Kita juga terus bergerak dalam hal edukasi yang biasa kita mulai dari pengetahuan tentang 1000 hari pertama dalam kehamilan yang rentan terkena stunting," katanya.

Selanjutnya, kata dia, bahwa upayanya terhadap penanganan stunting juga dilaksanakan pada sektor pertahanan pangan yang memiliki peran penting dalam asupan gizi anak.

"Kita juga memperhatikan dalam ketahanan pangan yang kita miliki. Dan itu juga sebuah aksi yang merupakan langkah-langkah dalam menangani stunting," jelas Virgo.

Lebih lanjut , Virgo berharap dengan dilaksanakannya Musrenbang yang memiliki tujuan mensinergikan program pembangunan Banten, mampu lebih menekan angka stunting di tahun 2024.

"Saya harap stunting terus bisa ditekan sebagai upaya dalam mensukseskan pembangunan Provinsi Banten," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.