Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Didesak Larang Impor Produk Berbasis Budaya

📅 Minggu, 09 Apr 2023, 20:00 WIB | Oleh:
Pemerintah Didesak Larang Impor Produk Berbasis Budaya Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinasi Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel saat bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, di Jakarta.

Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinasi Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel, meminta pemerintah melarang impor produk berbasis budaya bangsa seperti batik, songket, tenun, dan lainnya.

"Ekonomi yang berbasis budaya selalu mengandung filosofi budaya kita dan itu diwariskan dari generasi ke generasi. Sejarahnya sangat panjang. Jika ekonomi berbasis budaya ini punah maka kita akan kehilangan pijakan," kata Rachmat Gobel dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (9/4).

Rachmat Gobel khawatir jika impor produk berbasis budaya dibiarkan seperti impor batik, maka ke depan industri batik akan punah. Lalu generasi mendatang tak bisa lagi membatik dan batik menjadi sesuatu yang asing.

"Kita jangan mengulang kesalahan pada kasus rotan karena membuka keran ekspor rotan asalan dan mematikan sebagian besar industri rotan nasional," ujar mantan Menteri Perdagangan itu.

Lebih jauh Gobel mengatakan perlindungan, penguatan, dan pemberdayaan terhadap UMKM, yang juga banyak menggeluti produksi produk berbasis budaya itu, memiliki makna strategis bagi ekonomi nasional dan ketahanan nasional.

Ia menyebutkan sejumlah alasan yaitu UMKM menyerap tenaga kerja yang sangat besar. Kedua, jumlah UMKM sangat besar. Ketiga, produk UMKM memiliki kandungan lokal yang sangat besar.

Keempat, UMKM merupakan pilar utama nasional dalam menghadapi beragam krisis nasional dan kelima, produk-produk UMKM banyak yang merupakan wujud dari kebudayaan nasional seperti batik,handicraft, tenun, songket, jamu, dan sebagainya. Selain itu basis UMKM berada di desa sehingga berada di akar rumput.

Gobel juga mengatakan pernah bertemu dengan Menkop UKM Teten Masduki beberapa hari lalu membahas berbagai hal termasuk soal garmen impor dan dampaknya bagi industri garmen skala rumah tangga dan skala kecil. Selain itu juga tentang pengembangan produk herbal berbasis budaya lokal seperti jamu dan fitofarmaka.

Keduanya juga membahas masalah permodalan untuk UMKM dengan membentuk koperasi. "Agar UMKM menjadi kuat maka mereka harus bersatu dalam wadah koperasi," katanya.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.