Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ASEAN+3 Perlu Mobilisasi Modal Swasta

📅 Sabtu, 08 Apr 2023, 09:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
ASEAN+3 Perlu Mobilisasi Modal Swasta Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Ekonom Kantor Penelitian Makroekonomi ASEAN+3 (The ASEAN+3 Macroeconomic Research Office/ AMRO) Marthe Hinojales berharap ASEAN+3 dapat mewujudkan keuntungan ekonomi dari transisi nol bersih sambil meminimalkan dampak negatif pertumbuhannya melalui mobilisasi modal swasta.

Keuntungan tersebut yakni adopsi kendaraan listrik yang akan membantu memacu investasi dan mewujudkan transformasi yang diperlukan dalam industri otomotif di kawasan, hingga penangkapan karbon yang dapat membantu meminimalkan risiko dari terdamparnya aset serta penggantian kerugian karbon yang dapat menciptakan aset keuangan baru dari sumber daya alam.

"Untuk memaksimalkan berbagai manfaat ini, modal swasta harus dimobilisasi dengan bantuan pendukung seperti standar dan kerangka kerja yang sebanding," ujar Hinojales dalam panel diskusi bertajuk "ASEAN+3 On the Road to Net Zero" yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (6/4).

Menurut dia, standar dan kerangka kerja yang sebanding di seluruh kawasan untuk instrumen keuangan berkelanjutan akan sangat penting dalam mengakses pembiayaan yang sangat dibutuhkan.

Adapun seluruh ekonomi ASEAN+3 telah membuat komitmen untuk memitigasi perubahan iklim. Kunci mitigasi yakni dengan menetapkan harga yang sesuai untuk emisi karbon.

Risiko Besar

Tetapi dengan wilayah yang sebagian besar mengandalkan bahan bakar fosil, penetapan harga karbon berimplikasi pada inflasi dan daya saing ekspor dalam jangka menengah hingga panjang. Beberapa ekonomi juga menghadapi risiko besar dari aset yang terdampar, dengan potensi konsekuensi bagi stabilitas keuangan regional.

Maka dari itu, Hinojales menegaskan semakin cepat tersedia alternatif rendah karbon yang dapat diskalakan, andal, dan terjangkau untuk ASEAN+3, transisi dari bahan bakar fosil akan semakin tidak menyakitkan dan mahal. Dengan demikian, terdapat beberapa rekomendasi kebijakan yang diberikan untuk masing-masing ekonomi ASEAN+3.

"Kawasan ini perlu menggunakan rangkaian kebijakan yang dirancang dengan baik untuk masing-masing ekonomi, yang akan mencakup pembuat kebijakan fiskal menggunakan pengeluaran iklim secara cerdas," tuturnya.

Dia membeberkan rekomendasi kebijakan tersebut yaitu dengan memanfaatkan pengeluaran publik yang berdasarkan informasi iklim dan alat fiskal untuk transisi yang teratur, serta meningkatkan kemampuan sistem keuangan untuk memobilisasi pembiayaan hijau dan rendah karbon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.