Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kehilangan Gambut Berarti Indonesia Kehilangan Aset Berusia 13 Ribu Tahun

📅 Jumat, 07 Apr 2023, 14:41 WIB | Oleh: Tim Penulis

Strategi ini akan dimasukkan dalam dokumen perencanaan jangka panjang maupun jangka menengah pemerintah. Tujuannya untuk penyelarasan program terkait gambut dan mangrove dapat harmonis dengan strategi tersebut.

Pemulihan gambut berbasiskan sains

Peatland Restoration Technical Expert dari World Resources Institute, Eli Nur Nirmala Sari, sempat mengulas pentingnya pelaksanaan restorasi gambut yang berbasiskan sains. Jika pemulihannya dilaksanakan setengah-setengah, lahan gambut justru bisa melepaskan emisi gas rumah kaca ke atmosfer, bahkan tetap rawan terbakar.

Salah satu yang patut diperhatikan, kata dia, adalah penerapan standar pemulihan lahan gambut yang sesuai dengan karakteristik asli di daerah masing-masing.

Saat ini, untuk program pembasahan kembali (rewetting), misalnya, pemerintah masih memukul rata standar kebasahan berupa tingkat muka air (TMA) paling rendah 40 cm di bawah permukaan gambut. Tujuannya untuk menjaga gambut tetap basah guna meredam pelepasan emisi sekaligus mencegah kebakaran.

"Kami menghitung pembatasan tingkat muka air 40 cm atau pembatasan drainase 40 cm, akan tetap menghasilkan emisi sebesar 9,8 ton karbon (tC) per hektare per tahun. Perhitungan ini berdasarkan hasil penelitian yang menyatakan, setiap penurunan 10 cm tinggi muka air pada lahan gambut akan melepaskan emisi sebesar 2,45 tC/ha/tahun," tulis Eli dalam artikelnya di The Conversation Indonesia.

Eli menyarankan pemerintah mengganti standar 40 cm tersebut menjadi standar gambut 'basah' untuk menghindari kerancuan pengukuran tinggi muka air gambut di lapangan. Standar ini dianggap dia lebih mudah dipantau menggunakan penginderaan jauh dibandingkan dengan parameter tinggi muka air tertentu.The Conversation

Robby Irfany Maqoma, Environment Editor, The Conversation

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.