Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi Dana Nasabah Bikin Bank Global Ambruk, Apa Dampaknya ke Indonesia?

📅 Kamis, 06 Apr 2023, 11:18 WIB | Oleh: Tim Penulis

Transformasi model bisnis ini yang menjadi akar permasalahan dalam krisis keuangan global tahun 2008 dan juga menjadi sumber masalah yang terjadi sekarang.

SVB, misalnya, menginvestasikan hampir semua dana yang mereka kumpulkan di obligasi pemerintah. Namun, nilai investasi tersebut ternyata terus merosot.

Masalahnya, mayoritas nasabah SVB adalah startup teknologi yang sedang mengalami kesulitan pendanaan. Ketakutan terhadap resesi membuat investor mengerem pendanaan mereka, dan perusahaan-perusahaan rintisan pun terpaksa menarik tabungan mereka demi keberlangsungan operasional.

SVB terpaksa menjual rugi semua investasi mereka agar dapat mengembalikan uang tabungan nasabahnya, yang berujung pada kebangkrutan bank tersebut.

Situasi serupa juga terjadi di banyak bank-bank lain seperti Silvergate, Signature, First Republic, dan PacWest. Silvergate dan Signature yang menjadi andalan perusahaan-perusahaan kripto harus menelan pil pahit dari anjloknya bursa mata uang digital tersebut.

Lain halnya dengan kasus CSB, yang merugi besar setelah terlibat dengan perusahaan investasi dan jasa keuangan, Archegos Capital Management dan Greensil Bank, yang kolaps pada 2021.

Nasabah CSB takut nantinya bank yang berusia nyaris dua abad tersebut tidak lagi memiliki dana sehingga menarik tabungan mereka secara besar-besaran. Ketakutan tersebut juga menjalar ke investor CSB yang kemudian menjual saham bank tersebut. Akibatnya, nilai saham CSB ambruk.

Kesilapan investasi ini juga dialami oleh Deutsche Bank dan beberapa bank lainnya di AS dan Eropa.

Sederhananya, krisis perbankan global yang terjadi saat ini berakar dari perubahan model bisnis perbankan. Para manajer di sektor perbankan tidak mampu mengelola risiko dengan baik, sehingga meningkatkan risiko kredit yang mengakibatkan kerugian besar bagi perbankan. Hal ini juga menimbulkan efek domino pada seluruh industri keuangan.

Mengingat pengalaman krisis keuangan global pada tahun 2008, goncangan yang saat ini terjadi berpotensi memicu resesi global dan mengganggu stabilitas ekonomi dunia.

Lantas, bagaimana dampaknya ke Indonesia?

Dampak ke Indonesia

Dampak krisis perbankan saat ini dapat dibagi menjadi dampak langsung dan tidak langsung. Dampak langsung tergantung seberapa erat hubungan perbankan Indonesia dengan perbankan global dalam hal pengiriman uang, perdagangan valuta asing, dan layanan perbankan lainnya. Semakin erat hubungannya, semakin besar efek krisis terhadap perbankan Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.