Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Kekayaan Global Diproyeksikan Naik 38% pada 2027

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 08:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi: Kekayaan Global Diproyeksikan Naik 38% pada 2027 Doc: ANTARA/REUTERS/Kacper Pempel
Ket. Ilustrasi gambar dolar AS, Franc Swiss, pound Inggris, dan uang kertas Euro, diambil di Warsawa 26 Januari 2011.

ZURICH - Kekayaan global, sebagaimana diukur dalam kepemilikan aset pribadi mulai dari real estate hingga saham dan sekuritas lainnya, diproyeksikan meningkat 38 persen pada tahun 2027, sebagian besar didorong oleh pasar-pasar negara berkembang, sebuah studi yang diterbitkan oleh Credit Suisse dan UBS menunjukkan pada Selasa (15/8).

Laporan Kekayaan Global (Global Wealth Report) tahunan, yang memperkirakan kepemilikan kekayaan 5,4 miliar orang dewasa di 200 pasar, mengatakan kekayaan global akan mencapai 629 triliun dolar AS selama lima tahun ke depan.

Prospek optimis datang meskipun tahun 2022 mencatat penurunan pertama dalam kekayaan bersih rumah tangga global sejak krisis keuangan global tahun 2008.

Secara nominal, kekayaan pribadi bersih turun 2,4 persen tahun lalu, dengan kerugian terkonsentrasi di wilayah yang lebih makmur seperti Amerika Utara dan Eropa, laporan itu menunjukkan. Dolar AS yang lebih kuat adalah faktor besar.

Peningkatan kekayaan terbesar tahun lalu tercatat di Rusia, Meksiko, India, dan Brasil. Laporan tersebut memperkirakan kekayaan di negara berkembang, termasuk negara-negara BRICS - Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan - akan meningkat 30 persen pada tahun 2027.

Laporan itu memperkirakan peningkatan lebih lanjut di pasar negara berkembang untuk berkontribusi pada pengurangan ketidaksetaraan kekayaan global di tahun-tahun mendatang.

Penurunan terbesar tahun lalu berasal dari aset keuangan, berlawanan dengan aset non-keuangan seperti real estat, yang tetap tangguh.

Dipecah secara individual, ini berarti orang dewasa mengalami penurunan 3.198 dolar AS pada akhir tahun lalu.

Namun, "kekayaan rata-rata global, yang bisa dibilang merupakan indikator yang lebih bermakna tentang bagaimana keadaan orang pada umumnya, sebenarnya meningkat sebesar 3,0 persen pada tahun 2022 dibandingkan dengan penurunan kekayaan sebesar 3,6 persen per orang dewasa," kata laporan itu.

Kekayaan rata-rata telah mengalami peningkatan lima kali lipat abad ini, sebagian besar karena pertumbuhan kekayaan yang cepat di Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

55 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.