Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sengketa LTS, Anwar: Malaysia Terbuka untuk Negosiasi dengan Tiongkok

📅 Senin, 03 Apr 2023, 14:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sengketa LTS, Anwar: Malaysia Terbuka untuk Negosiasi dengan Tiongkok Doc: Twitter/@anwaribrahim
Ket. PM Malaysia Anwar Ibrahim bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat kunjungannya ke Tiongkok pekan lalu.

KUALA LUMPUR - Malaysia siap bernegosiasi dengan Tiongkok soal sengketa di Laut Tiongkok Selatan (LTS), kantor berita negara Bernama melaporkan, Senin (3/4).

Tiongkok mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan yang dilalui kapal dagang bernilai sekitar 3 triliun dolar AS setiap tahunnya.Malaysia, Brunei, Filipina, Taiwan, dan Vietnam memiliki klaim yang tumpang tindih.

Masalah ini diangkat pada pertemuan antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Tiongkok pekan lalu karena Malaysia memiliki proyek eksplorasi energi di daerah tersebut, Bernama mengutip Anwar saat pidato di Departemen Perdana Menteri.

Bernama tidak merinci sengketa mana atau wilayah Laut Tiongkok Selatan mana yang dimaksud Anwar.

"Tiongkok juga mempertaruhkan klaim atas wilayah itu. Saya katakan sebagai negara kecil yang membutuhkan sumber daya minyak dan gas, kita harus melanjutkan, tetapi jika syaratnya harus ada negosiasi, maka kita siap untuk bernegosiasi," kata Anwar.

Tiongkok telah mempertaruhkan klaimnya atas sekitar 90 persen Laut Tiongkok Selatan melalui "sembilan garis putus-putus" berbentuk U pada petanya. Klaim tersebut dinyatakan tidak sah pada 2016 oleh putusan arbitrase internasional. Beijing tak mengakui putusan tersebut.

Upaya negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk bernegosiasi dengan Tiongkok atau bersama-sama melakukan aktivitas energi gagal membuat terobosan.

Perusahaan minyak negara Malaysia Petronas mengoperasikan beberapa ladang minyak dan gas di Laut Tiongkok Selatan dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil lautnya.

Kapal Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir melewati atau bertahan di dekat operasi Petronas, yang memicu protes dari Malaysia.

Pada 2021, Malaysia memanggil duta besar Tiongkok untuk menyatakan protesnya terhadap "perambahan" perairannya oleh kapal-kapal Beijing.Pada 2020, kapal survei Tiongkok lainnya mengalami kebuntuan selama sebulan dengan kapal eksplorasi minyak yang dikontrak oleh Petronas di zona ekonomi eksklusif Malaysia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.