Bagaimana Industri Air Kemasan Sembunyikan Krisis Air Global
📅 Minggu, 02 Apr 2023, 09:02 WIB | Oleh: Tim PenulisDampak terhadap Negara-negara Rentan
Di Negara-Negara Utara atau Global North (merujuk pada negara-negara maju, terutama Amerika Serikat dan di Eropa), air kemasan sering dianggap lebih sehat dan enak daripada air leding. Oleh karena itu, air kemasan lebih merupakan barang mewah ketimbang kebutuhan.
Sementara itu, di Negara-Negara Selatan, kekurangan atau ketiadaan pasokan air publik dan infrastruktur pengelolaan air yang andal justru adalah hal yang yang mendorong berkembangnya pasar air minum kemasan.
Oleh karena itu, di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, khususnya di Asia Pasifik, peningkatan konsumsi air kemasan dapat dilihat sebagai indikator yang secara tak langsung menunjukkan kegagalan pemerintah selama beberapa dekade untuk memenuhi komitmen terhadap sistem air publik yang aman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini semakin memperlebar kesenjangan global antara miliaran orang yang tidak memiliki akses ke layanan air yang aman dikonsumsi, dengan mereka yang menikmati air sebagai barang mewah.
Pada 2016, pendanaan tahunan yang dibutuhkan untuk mewujudkan pasokan air minum yang aman dikonsumsi di seluruh dunia diperkirakan mencapai US$114 miliar. Ini kurang dari setengah nilai penjualan tahunan air minum kemasan global yang berkisar US$270 miliar.
Mengatur Industri Air Minum Kemasan
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa untuk mencapai target SDGs 2030, proges yang ada saat ini perlu ditingkatkan hingga empat kali lipat. Namun, ini adalah tantangan yang luar biasa besar mengingat adanya berbagai kebutuhan pendanaan lain yang juga perlu diprioritaskan, ditambah sikap tak acuh yang mendominasi sektor air minum.
Seiring pertumbuhan pasar air minum kemasan, semakin penting untuk memperkuat regulasi yang mengatur industri ini dan standar kualitas airnya. Regulasi tersebut, misalnya, bisa mengatur kendali mutu air kemasan, eksploitasi air tanah, penggunaan lahan, pengelolaan limbah plastik, emisi karbon, kewajiban keuangan dan transparansi, dan lain-lain.
Penelitian kami berargumen bahwa, dengan upaya global untuk memenuhi kebutuhan air minum aman yang sejauh ini melenceng dari target, perluasan pasar air kemasan pada dasarnya semakin menghambat progres yang ada - atau setidaknya membuatnya menjadi lebih lamban. Hal ini akan berdampak buruk pada investasi dan infrastruktur air publik dalam jangka panjang.
Beberapa inisiatif tingkat tinggi, seperti aliansi Global Investors for Sustainable Development, bertujuan untuk meningkatkan pembiayaan untuk SDGs, termasuk yang terkait dengan air.
Prakarsa semacam ini menawarkan kesempatan bagi sektor air kemasan untuk menjadi pemain aktif dan membantu mempercepat langkah menuju pasokan air yang aman, khususnya di Negara-Negara Selatan.![]()
Zeineb Bouhlel, Research Associate, Institute for Water, Environment and Health (UNU-INWEH), United Nations University dan Vladimir Smakhtin, Former Director of the Institute for Water, Environment and Health (UNU-INWEH), United Nations University
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!