Legalisasi Ganja, Negara ASEAN Sebaiknya Tidak Mencontoh Thailand, Ini Alasannya
📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 10:29 WIB | Oleh: Tim PenulisPemerintah sedikit demi sedikit kembali memperketat perlindungan terhadap penggunaan ganja hanya setelah ganja sudah didekriminalisasi dan tersedia di pasaran untuk dijual.
Konsekuensinya, tidak adanya undang-undang (UU) yang komprehensif untuk mengatur ganja telah menghasilkan zona hukum abu-abu, dengan sedikit pembatasan pada penggunaan, penjualan, dan budidaya produk ganja.
Menurut Senator Thailand Somchai Sawaengkarn, tidak adanya "UU khusus yang mengatur penggunaan ganja" telah membuat lembaga penegak hukum enggan menangkap individu yang melanggar peraturan.
Dampak pada Masyarakat Thailand
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena kurangnya perlindungan dan pembatasan penggunaan ganja untuk rekreasi, toko yang menjual produk yang mengandung ganja semakin marak di Thailand sejak Juni 2022, mulai dari makanan dan minuman, bahkan perlengkapan mandi.
Daun ganja yang mengandung 35% THC, lebih dari seratus kali lipat melebihi ambang batas THC legal, dijual dan dikonsumsi secara terbuka di toko ganja.
Studi terbaru oleh para peneliti dari Universitas Chulalongkorn di Bangkok menemukan bahwa lebih dari 30% minuman yang mengandung ganja - yang diambil sampelnya secara acak - mengandung THC yang melampaui batas legal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Otoritas kesehatan Thailand memperkirakan jumlah masyarakat yang kecanduan ganja telah meningkat empat kali lipat dalam enam bulan terakhir, sejalan dengan peningkatan jumlah pasien dengan gangguan kesadaran dan masalah mental akibat konsumsi ganja.
Menanggapi meningkatnya laporan tentang efek samping dari konsumsi ganja, pemerintah Thailand sekarang berusaha untuk memperketat peraturan ganja.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah telah berusaha untuk membahas rancangan undang-undang (RUU) ganja di parlemen. RUU tersebut telah memicu debat publik dan protes, baik dari yang mendukung maupun yang menentang, langkah untuk melegalkan ganja rekreasi.
Mengingat sikap sosial yang terpolarisasi terhadap ganja ini, tidak heran jika parlemen masih gagal meloloskan RUU ganja yang kontroversial.
Sementara pemerintah telah berjanji untuk segera menyelesaikan RUU yang direvisi untuk memberi kejelasan atas status hukum ganja rekreasi dan memberikan perlindungan hukum, masih belum ada agenda yang jelas terkait hal ini. Parlemen Thailand baru-baru ini justru dibubarkan untuk memberi jalan bagi pemilihan umum yang dijadwalkan pada Mei. Ketidakjelasan hukum ganja rekreasi sepertinya tidak akan terselesaikan dalam waktu dekat.
Kontrol Kanada terhadap Ganja Medis
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!