Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Harus Diversifikasi Pangan Dengan Budidaya Ubi Jalar

📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Indonesia Harus Diversifikasi Pangan Dengan Budidaya Ubi Jalar Doc: Sumber: FAO

JAKARTA - Ubi jalar merupakan komoditas bahan pangan yang sangat penting di Jepang. Meskipun termasuk dalam kategori makanan tradisional, tetapi masyarakat Jepang di zaman modern tetap mengkonsumsi ubi jalar karena selain enak, juga merupakan makanan pokok yang sehat dan bergizi.

Hasil penelitian juga menunjukkan konsumsi ubi jalar secara teratur dapat membantu mencegah penyakit kronis seperti diabetes, kardiovaskular (jantung) dan kanker. Selain umbi, daun ubi jalar juga bermanfaat bagi kesehatan termasuk sifat antikanker dan antioksidan yang membantu menjaga kesehatan usus.

Seperti dikutip dari BBC, yaki-imo atau ubi panggang banyak dijajakan di Jepang dan digemari oleh masyarakat kelas pekerja Jepang. Yaki-imo sudah menjadi makanan favorit di Jepang sejak tahun 1600-an, karena teksturnya yang lembap, kenyal, dan aroma karamel gosong masih menginspirasi warga bernostalgia, ketika banyak truk-truk penjaja makanan tersebut yang perlahan-lahan menghilang seiring perpindahan penjualan ubi jalar ke minimarket dan supermarket.

Ubi jalar berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, dan para ahli memiliki beberapa teori bahwa ubi jalar datang ke Jepang kira-kira pada abad ke-17.

Saat yaki-imo menjadi makanan pokok musim dingin untuk daerah berpenghasilan rendah, toko dan penjual khusus ubi jalar berkembang pesat di awal abad ke-20. Tepung ubi jalar digunakan sebagai pengganti tepung terigu.

"Yaki-imo disajikan sebagai sejenis makanan cepat saji untuk masyarakat umum hingga sekitar tahun 1970, ketika makanan ringan dan restoran cepat saji ala Amerika mulai bermunculan di Jepang," kata Tanaka.

Bagi Tanaka, rahasianya adalah kesederhanaan: ubi bakar manis secara alami dan dapat dimakan langsung dari arang. Ini bergizi, dam mengenyangkan. "Makanan alternatif ringan yang bagus untuk junk food," katanya.

Sementara di wilayah Kawagoe, juga terkenal dengan ubi jalarnya yang lezat, yang disukai orang Jepang untuk digali dan dimakan dalam berbagai hidangan dan manisan.

Dikutip dari Kawagoe Gt, ubi jalar menjadi populer di Jepang selama era Edo ketika istilah "Kawagoe imo" diciptakan untuk merujuk pada ubi jalar yang ditanam di Domain Kawagoe dan desa-desa yang berdekatan (di mana mereka telah dibudidayakan sejak 1751).

Hingga tahun 1960-an, Kawagoe adalah salah satu produsen utama ubi jalar di Jepang.

Kawagoe telah diasosiasikan dengan ubi jalar sejak akhir abad ke-18 ketika yaki-imo (ubi panggang) berkembang pesat di Edo kuno karena yaki-imo adalah satu-satunya makanan manis yang tersedia dengan harga terjangkau.

ISTIMEWA

Yaki-imo dijajakan menggunakan mobil di kotakota
besar di Jepang.

Superfood

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Respons Pemprov Atas Aduan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Perkuat Pe...
Megapolitan
Urban Farming Hapus Citra B...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.