Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Harus Diversifikasi Pangan Dengan Budidaya Ubi Jalar

📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Pakar pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat yang diminta pendapatnya mengatakan, ubi jalar adalah tanaman unggulan yang prospek untuk dikembangkan sebagai produk subtitusi impor dalam program food estate.

"Ubi jalar atau ketela rambat ini sering disebut superfood karena punya banyak kelebihan. Kandungan karbohidrat setara dengan beras, rendah kandungan gula sehingga tidak memicu diabetes, dan beberapa kandungan yang tidak dimiliki beras seperti anti oksidan, protein tinggi dan lemak. Maka ini sangat cocok untuk subtitusi impor. Dengan program skala luas akan bisa dikembangkan sebagai beras analog, menjadi produk industri bernilai tambah, yang memiliki stabilitas harga, sehingga petani tidak terombang-ambing," kata Ramdan.

Bahkan, tanaman tersebut bisa menggantikan tanaman jagung yang lebih butuh banyak air dalam program Budidaya Padi Jagung dan Kedele (Pajale). Ubi jalar dapat dikembangkan di lahan marjinal, hingga lahan setengah teknis karena tidak terlalu butuh banyak air. Dengan infrastuktur dalam food estate, ubi jalar juga sangat prospek dikembangkan.

Kalau di Shanghai dan Tokyo, sweet potato dijual di pinggir jalan sebagai makanan orang kaya dengan stall-nya yang keren, sehingga benar-benar memuaskan konsumen. Di Jepang, malah sangat jarang dijajakan roti, berbeda dengan di Indonesia malah tidak mau makan ubi.

Di Indonesia, ubi jalar hanya dijual di pasar-pasar tradisional, sedangkan di Jepang banyak dijajakan di minimarket.

Dengan melihat fenomena tersebut dan banyaknya manfaat ubi jalar, maka diversifikasi pangan dengan menanam makanan asli yang ditanam di Indonesia tentu akan memberi manfaat yang signifikan pada upaya swasembada pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.