Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hulu Sungai Kapuas Meluap, Jalan Lintas Negara Terendam Banjir

📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 11:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hulu Sungai Kapuas Meluap, Jalan Lintas Negara Terendam Banjir Doc: ANTARA/Polsek Timpah
Ket. Petugas Polsek Timpah membuat tanda untuk pembatas jalan yang berlubang akibat banjir, Jumat (31/3/2023).

KUALA KAPUAS - Ruas jalan penghubung Palangka Raya-Buntok di wilayah Desa Lungkuh Layang, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terendam banjir hingga sekitar 50 centimeter.

"Dari hasil pengecekan kami pada Jumat (31/3), debit air mengalami peningkatan ketinggian sekitar 50 centimeter. Ini akibat tingginya curah hujan dan kiriman air dari hulu," kata Kapolsek Timpah Iptu Sugeng Prayetno dihubungi dari Kuala Kapuas, Sabtu (1/4).

Banjir yang terjadi pada jalan lintas negara tersebut, sebagai dampak banjir kiriman di Kecamatan Kapuas Tengah dan sekitarnya, akibat curah hujan cukup tinggi di wilayah setempat sehingga debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas semakin meningkat dan merendam ruas jalan tersebut.

Dikatakannya, apabila hujan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan, ketinggian banjir dikhawatirkan terus meningkat dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di daerah setempat.

"Hari ini kita kembali melakukan pemantauan secara langsung untuk pengecekan debit air pada jalan lintas negara poros Palangka Raya-Buntok, tepatnya di Desa Lungkuh Layang," jelasnya.

Selain melakukan pengecekan banjir di wilayah setempat, pihaknya juga melaksanakan pemasangan pembatas jalan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas di area banjir tersebut.

"Kami juga telah membuat tanda untuk pembatas jalan berupa garis polisi, untuk jalan yang berlubang akibat banjir," ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya mengimbau para pengguna jalan Palangka Raya-Buntok untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi banjir di kawasan tersebut.

"Kami ingatkan agar selalu berhati-hati, karena saat ini debit air sudah mulai meningkat," demikian Sugeng.

Sebelumnya, sebanyak tujuh desa di Kecamatan Kapuas Tengah, dilanda banjir akibat tingginya intensitas dan curah hujan yang terjadi di wilayah setempat.

Banjir yang melanda tujuh desa tersebut, yakni Merapet, Tapin, Kota Baru, Pujon, Bajuh, Penda Muntaei dan Kayu Bulan. Banjir saat ini dilaporkan merendam sebanyak 1.789 rumah, yang dihuni 2.712 kepala keluarga, terdiri dari 8.527 jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.