Jepang Berpaling Ke Jagung Guna Tingkatkan Ketahanan Pangan
📅 Minggu, 19 Mar 2023, 22:21 WIB | Oleh: Tim RedaksiProfesor Keiichi Ishii dari Universitas Tohoku merupakan pakar pertanian global. Ia mengatakan menanam jagung untuk pakan adalah acara yang efektif guna meningkatkan kemandirian Jepang. Ia menyebutkan bahwa di Jepang, lahan pertaniannya terbatas dan bentuknya sering kali sempit.
Secara basis per kapita, Jepang memiliki jumlah sangat kecil lahan pertanian dibandingkan dengan negara-negara G7 lainnya. Ishii mengatakan ini artinya penting untuk menggunakan lahannya seefektif mungkin. Menurutnya, menanam jagung bagi pakan ternak bisa terbukti penting guna melindungi ketahanan pangan nasional.
"Tiga hal berikut penting guna mempertahankan produksi jagung dalam negeri, alih-alih mengandalkan pakan impor lagi," tutur dia. "Satu adalah minat konsumen terhadap daging babi, daging sapi, dan daging ayam. Kedua, dukungan lebih banyak dari pemerintah mungkin diperlukan. Ketiga, para petani perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas."
Targetkan Kemandirian
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada sejumlah produsen susu di Wakuya dan para pejabat kota berharap sapi-sapinya mungkin juga bisa hidup dari jagung yang ditanam setempat. Kotoran hewan itu bisa digunakan untuk menyuburkan lahan yang digunakan bagi tanaman, sehingga meningkatkan siklus kemandirian.
Data Kementerian Pertanian Jepang menunjukkan produksi dalam negeri atas jagung yang digunakan bagi pakan ternak meningkat secara pesat. Pada 2021, sekitar 8.000 ton telah dipanen, lebih dari empat kali lipat jumlah yang dihasilkan tujuh tahun lalu.
Para pejabat menganggap tiap bonggol jagung yang dihasilkan di dalam negeri sebagai satu langkah menuju ketahanan pangan nasional yang lebih baik. NHK/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!