Rusia Abaikan Surat Perintah Penangkapan Putin
📅 Sabtu, 18 Mar 2023, 15:59 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: RT/AFP/Alexander NEMENOV
MOSKOW - Rusia tidak berkewajiban untuk mengakui"surat perintah penangkapan"untuk Presiden Vladimir Putin yang diumumkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada Jumat (17/3). Russian Today (RT) melaporkan.
"Kami menganggap premis itu sangat keterlaluan dan tidak dapat diterima,"kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan ketika ditanya tentang surat perintah kejahatan perang ICC.
"Rusia, seperti banyak negara lain, tidak mengakui yurisdiksi pengadilan ini. Oleh karena itu, Federasi Rusia menganggap setiap pernyataannya batal demi hukum dari sudut pandang hukum," lanjutnya.
ICC pada hari Jumat (17/3) mengeluarkan surat perintah penangkapan Putin dan Ombudsman Anak Rusia Maria Lvova-Belova. ICC menuduh mereka melakukan "pemindahan yang melanggar hukum" anak-anak dari Ukraina ke Rusia. Mereka mengklaim Putin dan Lvova-Belova bertanggung jawab secara individu dan komando atas dugaan kejahatan perang.
RT mengatakan, pihak berwenang Rusia telah mengevakuasi ribuan penduduk dari Donetsk, Lugansk, Zaporozhye dan Kherson, empat wilayah yang sebagian besar memilih bergabung dengan Rusia September lalu, ke pedalaman, karena penembakan yang disengaja terhadap warga sipil oleh pasukan Ukraina dan seringkali menggunakan senjata yang dipasok NATO.
Sebaiknya Anda baca juga:
Baik Rusia maupun Ukraina belum meratifikasi Statuta Roma yang membentuk ICC.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!