Krisis Merambat ke Eropa, Investor Berburu 'Safe Haven'
📅 Jumat, 17 Mar 2023, 16:19 WIB | Oleh: Tim RedaksiInvestor pun dikabarkan cemas menunggu kejelasan lebih lanjut tentang seberapa luas dampaknya, dan langkah-langkah penyelamatan dari pihak berwenang yang dinilai belum banyak membantu meredakan ketakutan yang meningkat.
Bank Sentral Eropa (ECB) akan bertemu pada Kamis dan akan mengumumkan keputusan suku bunga setelah pertemuan tersebut. Menjelang itu, para pedagang dengan cepat bergerak untuk mengurangi taruhan mereka pada kenaikan suku bunga 50 basis poin, karena kejatuhan saham Credit Suisse memicu kekhawatiran tentang kesehatan bank-bank Eropa.
"Tentu saja ada risiko bahwa ECB tidak akan menindaklanjuti pra-komitmen kenaikan 50 basis poin karena masalah stabilitas keuangan," tambah Kong dari CBA.

Sebaiknya Anda baca juga:
Lakukan "Stress Test"
Direktur eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, yang diminta pendapatnya mengatakan perlunya mewaspadai efek domino kejatuhan bank SVB yang mengingatkan pada dotcom bubble tahun 1995-2000. Bedanya, dotcom bubble saat ini lebih terintegrasi antara startup digital dan sektor keuangan sehingga mengirim sinyal risiko secara global.
"Sangat wajar investor berburu safe haven seperti emas dan dollar AS, karena krisis manajemen risiko di perbankan cenderung agresif dan homogen di bisnis digital. Bedanya, dotcom bubble pada 1995-2000 tidak ada bank yang sampai gagal bayar atau di bailout, sedangkan konektivitas digital dan keuangan saat ini sudah mengorbankan beberapa bank.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sekarang yang perlu diwaspadai efek domino ke modal ventura di mana beberapa perusahaan startup merugi dan membutuhkan suntikan modal baru untuk mempertahankan operasionalnya," kata Bhima.
Dia pun menyarankan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan segera melakukan stress test dan mitigasi risiko bank-bank di Indonesia. "Terlalu dini menyatakan dampak penutupan SVB, sangat kecil ke Indonesia," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!