Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Dampak Negatif, Pengusiran Turis Nakal dari Bali Harus Dilakukan Secara Hati-Hati

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Dampak Negatif, Pengusiran Turis Nakal dari Bali Harus Dilakukan Secara Hati-Hati Doc: antara
Ket. Direktur Utama Toya Devasya Natural Hot Spring and Waterpark Putri Astiti Saraswati dalam suatu kesempatan.

Denpasar - Pengusaha pariwisata yang juga Direktur Utama Toya Devasya Natural Hot Spring and Waterpark Putri Astiti Saraswati berharap langkah penertiban dan penegakan hukum pada wisatawan atau "turis nakal" tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Bali.

"Kami mendukung langkah penertiban. Apalagi yang jelas melanggar aturan dan merusak citra Bali, langkah itu sebaiknya bukan hanya kepada wisatawan asal Rusia dan Ukraina," kata Astiti dikonfirmasi dari Denpasar, Kamis (16/3).

Tetapi, dia meminta penertiban harus dilakukan secara bijak dan selektif. Jangan sampai menimbulkan efek balik yang membuat wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan Rusia dan Ukraina enggan ke Bali.

"Bali ini baru saja bangkit dari masa pandemi COVID-19. Pariwisata itu sektor yang sensitif karena menjual jasa. Apalagi di era digital sekarang yang banyak orang percaya informasi hoaks," ujar pengelola objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan Rusia itu.

Astiti khawatir berita penegakan hukum atas pelanggaran oleh wisatawan Rusia dan Ukraina yang maksudnya baik akan dipelintir oleh pesaing Bali dan merugikan pariwisata Bali.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali menyatakan akan melakukan penertiban wisatawan nakal yang sebagian besar diduga berasal dari Rusia dan Ukraina.

Pelanggaran itu tidak hanya dalam hal lalu lintas yang jamak terlihat di jalanan di Bali seperti tidak menggunakan helm pengaman kepala dan tanpa surat-surat berkendara. Namun ternyata mereka melakukan pelanggaran hukum yang lebih serius berupa penyalahgunaan visa kunjungan.

Para wisatawan tersebut ternyata tidak hanya berlibur di Bali namun kemudian bekerja dan membuat bisnis.

Mulai dari menyewakan vila hingga menyewakan kendaraan bermotor bahkan berjualan sayuran dengan hanya memiliki visa kunjungan sebagai wisatawan seperti visa on arrival (VOA) dan tanpa memiliki visa untuk bekerja atau berbisnis.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan telah menyampaikan kepada Kementerian Hukum dan HAM agar mengkaji opsi pencabutan visa on arrival (VOA) untuk wisatawan asal Rusia dan Ukraina. Dia juga akan mengeluarkan larangan untuk penyewaan sepeda motor untuk wisatawan mancanegara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.