Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bangkrutnya SVB Timbulkan Kengerian di Keuangan Global

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bangkrutnya SVB Timbulkan Kengerian di Keuangan Global Doc: ISTIMEWA
Ket. Silicon Valley Bank (SVB)

» Di AS, bank-bank besar dibanjiri permintaan dari nasabah yang mentransfer dana dari lembaga pemberi pinjaman yang lebih kecil.

» AS diharapkan mengambil langkah cepat agar sentimen negatif tidak merembet.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dengan kegentingan ekonomi global setelah kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS) dan disusul likuidasi Signature Bank.

"Kita tahu baru sehari dua hari lalu hal-hal yang tidak terduga muncul. Ada kebangkrutan bank di Amerika, Silicon Valley Bank. Semua ngeri begitu ada satu bank yang bangkrut. Dua hari muncul lagi bank berikutnya yang kolaps, Signature Bank," kata Presiden saat membuka Business Matching Produk Dalam Negeri, di Jakarta, Rabu (15/3).

Bangkrutnya bank yang banyak menyalurkan pembiayaan ke perusahaan rintisan (startup) itu menyedot perhatian negara-negara dunia. Kebangkrutan bank tersebut, kata Jokowi, menimbulkan kengerian di pasar keuangan dunia. "Semua negara sekarang menunggu efek domino akan ke mana," kata Presiden.

Pada kesempatan lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kendati Indonesia saat ini relatif lebih siap menghadapi sentimen negatif yang berasal dari kebangkrutan dua bank di AS, namun pemerintah tetap memperhatikan yang terjadi di AS karena menjadi tantangan baru ekonomi global.

Airlangga mengaku telah berdiskusi dengan Perwakilan Dagang AS, Katherine Tai, mengenai seberapa jauh akibat dari penutupan SVB dan Signature Bank bisa membawa efek sentimen negatif di kawasan Asia.

"Diperkirakan pemerintah AS akan mengambil jalan cepat agar sentimen negatif ini tidak merembet ke berbagai negara lain," kata Airlangga.

Kejadian saat ini, katanya, menjadi alarm bagi Indonesia bahwa perbankan juga bisa runtuh karena manajemen asetnya yang kurang terdiversifikasi, dominan ke perusahaan rintisan.

Pindahkan Dana

Di AS, bank-bank besar dibanjiri permintaan dari nasabah yang mencoba mentransfer dana dari lembaga pemberi pinjaman yang lebih kecil, karena kegagalan SVB mengakibatkan apa yang dikatakan para eksekutif sebagai pergerakan simpanan terbesar dalam satu dekade lebih.

Dilaporkan Financial Times, bank seperti JPMorgan Chase, Citigroup, dan lembaga keuangan besar lainnya mencoba mengakomodasi nasabah yang ingin memindahkan simpanan dengan cepat, mengambil langkah ekstra untuk mempercepat proses pendaftaran atau "onboarding" normal, menurut beberapa orang yang mengetahui masalah tersebut.

Paket tindakan darurat yang diumumkan pemerintah AS pada Minggu (12/3), termasuk fasilitas pinjaman Federal Reserve yang baru untuk bank, tampaknya telah lulus ujian besar pertamanya untuk saat ini dengan mencegah kegagalan bank ketiga menyusul bangkurtnya SVB dan Signature Bank.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.