Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Waspadai Dampak Penutupan Bank di AS

📅 Rabu, 15 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Saat ini, jelasnya, ada beberapa analisis awal yang muncul sebagai penyebab runtuhnya SVB, yakni kinerja perusahaan rintisan (startup) yang menurun pada 2022 sehingga menyebabkan anjloknya kredit SVB sebagai bank khusus pemberi pendanaan ke startup.

Analisis lainnya yakni SVB mengalami kenaikan deposito lebih dari tiga kali lipat hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, sedangkan penyaluran kredit tertahan karena kinerja perusahaan rintisan yang menurun dan menyebabkan neraca keuangan SVB tertekan.

"Akibat tingginya deposito SVB, dana yang terkumpul tersebut dibelikan surat berharga negara AS jangka panjang yang mengalami penurunan nilai karena kenaikan suku bunga Fed," jelas Menkeu.

Cukup Kuat

Berbeda dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator sektor jasa keuangan terkesan tenang-tenang saja dengan penutupan SVB karena merasa kondisi industri perbankan Indonesia kuat dan stabil.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan penutupan SVB tidak berdampak langsung terhadap perbankan di Indonesia karena tidak memiliki hubungan bisnis, facility line, maupun investasi pada produk sekuritisasi SVB.

OJK hanya meningkatkan pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang terjadi secara global dan implikasinya terhadap perbankan Indonesia, dengan memastikan penerapan manajemen risiko dan tata kelola bank yang baik dalam setiap aktivitas pengelolaan portofolio aset produktif dan pendanaan.

Pengamat ekonomi, Nailul Huda, mengatakan dampak penutupan SVB ke Indonesia yang sudah terlihat adalah sentimen negatif investor di pasar modal terhadap saham-saham lembaga pembiayaan, karena mereka diperkirakan makin sulit meraih pendanaan dari luar negeri. Apalagi, porsi pendanaan dari AS ke startup digital di Indonesia cukup besar.

Nailul pun meminta OJK dan perbankan tidak meremehkan penutupan SVB. Mereka harus tetap waspada agar tidak mengalami hal yang sama dengan bank di AS.

"Kalau bank-bank di AS yang fundamentalnya cukup kuat bisa goyang, apalagi bank-bank di Indonesia. Bank harus lebih berhati-hati dan selektif memberi pendanaan ke startup," pungkas Nailul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.