Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Waspadai Dampak Penutupan Bank di AS

📅 Rabu, 15 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Waspadai Dampak Penutupan Bank di AS Doc: ISTIMEWA
Ket. NAILUL HUDA Pengamat Ekonomi - OJK dan perbankan jangan remehkan penutupan SVB, harus tetap waspada agar perbankan nasional tidak alami hal yang sama

» Transmisi dari persepsi dan psikologi pasar bisa menimbulkan situasi yang cukup signifikan bagi sektor keuangan.

» Dampak penutupan SVB langsung terlihat di pasar modal dengan turunnya nilai saham beberapa emiten pembiayaan.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mewaspadai dampak kejatuhan perbankan di Amerika Serikat (AS) karena membuat gejolak di pasar keuangan global. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam kesempatan terpisah di Jakarta, Selasa (14/3).

Setelah Silvergate Bank mengumumkan likuidasi sukarela, regulator AS menutup Silicon Valley Bank (SVB) dan kemudian Signature Bank.

Luhut mengatakan perlunya mewaspadai penutupan bank-bank tersebut karena dunia sedang dihadapkan pada krisis yang saling terkait. "Dunia saat ini sedang menghadapi polycrisis, multidimensional crisis yang saling terkait," kata Luhut dalam acara Indonesia Leading Economic Forum 2023.

Perhatian masyarakat dunia yang tertuju pada ambruknya SVB, katanya, karena tidak ada yang menduga hal tersebut. "Kita sekarang melihat Silicon Valley Bank. Tidak ada yang menduga," katanya.

Meskipun kondisi Indonesia saat ini relatif baik, namun perlu berhati-hati melihat apa yang terjadi di AS.

Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani menyatakan perlunya mewaspadai penutupan SVB dan Signature Bank karena transmisi dari persepsi dan psikologi pasar bisa menimbulkan situasi yang cukup signifikan bagi sektor keuangan seperti terlihat di AS.

Dia pun berharap AS bisa segera menstabilkan sektor keuangannya karena akan mempengaruhi perekonomian global. Apalagi saat ini arah kebijakan Bank Sentral AS, the Fed masih akan hawkish lantaran kondisi inflasi AS yang masih tinggi.

SVB sendiri merupakan bank dengan aset tidak terlalu besar di AS, yakni hanya 200 miliar dollar AS, dibandingkan dengan jumlah aset perbankan AS yang bisa mencapai 1,3 kuadriliun dollar AS.

Namun demikian, Menkeu menilai bank itu mampu memberikan guncangan yang signifikan dari sisi kepercayaan deposan di AS sehingga menjadi suatu pelajaran yang perlu untuk dicermati bahwa sebuah bank kecil dalam posisi tertentu bisa menimbulkan persepsi sistemik.

Lantaran telah menggoyang seluruh kepercayaan sektor keuangan AS, regulator di sana yang pada awalnya tidak memberikan dana talangan atau bailout, pada akhirnya memutuskan untuk melakukan bailout dengan menjamin seluruh deposito SVB.

"Dalam hal ini, Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) memberikan kepastian untuk penyelamatan dari deposan, baik yang diasuransikan (insured) maupun yang tidak diasuransikan (non insured)," jelas Menkeu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

50 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.