Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Manajemen Optimistis, AJB Bumiputera Targetkan Perusahaan Kembali Sehat Pada 2027

📅 Selasa, 14 Mar 2023, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Manajemen Optimistis,  AJB Bumiputera Targetkan Perusahaan Kembali Sehat Pada 2027 Doc: istimewa
Ket. AJB Bumiputera melakukan kunjungan media ke Wisma Antara B, Jakarta, Selasa (14/3/2023).

Jakarta - Direktur Utama Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Irvandi Gustari menargetkan perusahaan dapat kembali sehat pada 2027 atau telah memiliki Risk Based Capital(RBC) di atas 100 persen.

Bumiputera menyusun tahap penyelamatan, penyehatan dan transformasi untuk memenuhi target tersebut.

"Kami akan melakukan optimalisasi dan pencairan aset untuk memenuhi kewajiban klaim yang tertunda, sembari memperbaiki kondisi perusahaan," katanya saat kunjungan media ke Wisma Antara B, di Jakarta, Selasa (14/3).

Pada tahap yang terakhir yakni tahap transformasi, perusahaan akan beroperasi secara normal, telah mengurai beban pembayaran kewajiban kepada pemegang polis dan pihak Ketiga, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), dan melakukan digitalisasi produk asuransi.

Sebelumnya, OJK telah menyatakan tidak keberatan atas Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) Bumiputera, setelah sebelumnya dilakukan penelaahan dan pembahasan dengan Rapat Umum Anggota (RUA).

Bumiputera juga sudah mencairkan total klaim tertunda milik 15.929 pemegang polis perorangan dengan nilai Rp48,18 miliar hingga hari ini, yang diprioritaskan untuk klaim polis dengan nominal Rp1 hingga Rp5 juta setelah Penurunan Nilai Manfaat (PNM).

Sedangkan untuk nilai manfaat klaim setelah PNM lebih dari Rp5.000.001, akan dibayarkan sesuai dengan ketersediaan dana, dan akan dibayarkan dalam dua tahap, yakni 50 persen nilai klaim setelah PNM di tahun pengajuan dan selanjutnya 50 persen pelunasan nilai klaim setelah PNM di tahun berikutnya.

"Secara keseluruhan proses pencairan klaim tertunda ini dilakukan bertahap hingga tahun 2025. Nilai total klaim tertunda setelah Penurunan Nilai Manfaat adalah Rp5,29 triliun," imbuh Irvandi.

Untuk mengatasi pembayaran klaim tertunda, Bumiputera melakukan pemenuhan likuiditas dengan meminta pencairan kelebihan dana jaminan yang telah direstui oleh OJK, melepas kepemilikan saham pada Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, serta mengoptimalisasi dan melepas beberapa aset tanah bangunan yang tertuang dalam RPK perusahaan.

Bersamaan dengan proses pencairan klaim, Bumiputera berharap dapat terus meningkatkan kinerja perusahaan, dimana pada 2023 premi diharapkan tumbuh Rp3,2 triliun dan tumbuh Rp4,5 triliun pada 2025.

"Pada tahun 2022, premi lanjutan masih tercatat mencapai Rp1,2 triliun. Hal ini menunjukkan kepercayaan pemegang polis kepada Bumiputera," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

9 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

14 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.