Cerita Perburuan Paus di Indonesia yang Kini Tinggal Sejarah
📅 Selasa, 14 Mar 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: New Bedford Whaling Museum
Achmad Sahri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Perburuan paus merupakan aktivitas manusia di laut yang tergolong tua. Perburuan paus paling awal diperkirakan telah dimulai sejak 3000 SM yang dilakukan oleh masyarakat Inuit di Atlantik Utara dan Pasifik Utara menggunakan harpun dan menyasar beberapa jenis paus dekat pantai.
Bahkan, jika gambar di gua-gua dapat dijadikan acuan, kegiatan perburuan paus telah didokumentasikan sejak 6000 SM di Korea Selatan.
Motivasi perburuan paus paling awal ini utamanya untuk memenuhi kebutuhan makanan atau sebagai komoditas barter.
Sementara, pada fase awal, perburuan paus komersial baru ramai sejak abad ke-17. Tren ini muncul seiring bertumbuhnya kebutuhan produk hasil buruan, terutama minyak paus dan sikat balin, di Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Inggris, Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat, adalah empat negara barat yang getol berburu paus. Jenis paus sperma lebih diincar para pemburu karena lapisan lemak (blubber) dan organ spermaceti (lilin cair di bagian kepala) yang menyumbang banyak minyak. Populasi global paus sperma pada masa lalu ditaksir sekitar 1,1 juta ekor sebelum puncak
perburuan paus komersial pada awal abad ke-18.
Perburuan paus masa ini mengantarkan para pemburu dari Inggris
dan Amerika Serikat ke Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, termasuk perairan Hindia Belanda, wilayah yang kini menjadi negara Kepulauan Indonesia.
Memburu Paus Sperma
Sebaiknya Anda baca juga:
Laut Indonesia - dahulu bernama Hindia Belanda - tak lepas dari lokasi perburuan paus sperma sejak abad ke-18 sampai awal abad ke-20.
Temuan ini terkuak dari peta global aktivitas perburuan paus yang dipublikasikan peneliti Charles H. Townsend dari New Bedford Whaling Museum, Amerika Serikat. Peta tersebut menyajikan data bulanan kapan dan di mana kapal Amerika Serikat dan Inggris berburu paus selama 1761-1920 berdasarkan logbook dan jurnal hasil dokumentasi awak kapal pemburu.
Peta yang dirilis pada 1935 itu menunjukkan bahwa, dari 5 spesies paus yang dipetakan secara global oleh Townsend, dua diantaranya ditemukan di perairan Indonesia, yaitu paus sperma dan paus bongkok. Namun, hanya paus sperma yang memiliki data terbanyak.
Peta Townsend menyebutkan tiga lokasi perburuan (disebut whaling ground: perairan laut di mana paus lebih mudah ditemukan) di perairan Indonesia. Di antaranya adalah Molucca Passage Ground di perairan sekitar Maluku Utara/Halmahera, Celebes Sea Ground di perairan sebelah timur pulau Kalimantan dan utara Pulau Sulawesi, dan Sulu Sea Ground di perairan antara pulau Kalimantan (termasuk negara bagian Sabah, Malaysia) dan Filipina.
Riset yang saya lakukan bersama tim memperkuat peta Townsend. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Biogeography berhasil membuat gambaran yang lebih detail seputar perburuan paus sperma di Indonesia.
Naik-turun Perburuan Paus
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!