Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rusia Sebut Hal Ini Jadi Dasar Invasi yang Dilakukan kepada Ukraina

📅 Minggu, 12 Mar 2023, 12:22 WIB | Oleh:
Rusia Sebut Hal Ini Jadi Dasar Invasi yang Dilakukan kepada Ukraina Doc: Istimewa

Rusia menyebut invasinya, yang diluncurkan pada 24 Februari, sebagai "operasi khusus" untuk menangkal ancaman terhadap keamanannya sendiri.

Stoltenberg juga bertemu dengan Yoon dan Menteri Pertahanan Lee Jong-sup, yang menggemakan seruan untuk hubungan yang lebih dekat dengan NATO berdasarkan nilai-nilai bersama, tetapi tidak secara terbuka menyampaikan seruan untuk lebih banyak bantuan militer ke Ukraina.

Dalam pertemuan dengan pejabat senior Korea Selatan, Stoltenberg mengatakan kejadian di Eropa dan Amerika Utara saling berhubungan dengan kejadian di kawasan lain, dan bahwa aliansi tersebut ingin membantu mengelola ancaman global dengan meningkatkan kemitraan di Asia.

Kepala NATO mengatakan "sangat penting" bahwa Rusia tidak memenangkan perang ini, tidak hanya untuk Ukraina tetapi juga untuk menghindari pengiriman pesan yang salah kepada para pemimpin otoriter, termasuk di Beijing, bahwa mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan paksa.

Meskipun Tiongkok bukan musuh NATO, itu telah menjadi "jauh lebih tinggi" dalam agenda NATO, katanya, mengutip peningkatan kemampuan militer Beijing dan perilaku koersif di kawasan itu.

"Kami percaya bahwa kami harus terlibat dengan Tiongkok dalam isu-isu seperti pengendalian senjata, perubahan iklim, dan isu lainnya," katanya. "Tetapi pada saat yang sama, kami sangat jelas bahwa Tiongkok menimbulkan tantangan terhadap nilai-nilai kami, kepentingan kami, dan keamanan kami."

Menanggapi pertanyaan tentang pernyataan Stoltenberg, juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan pada hari Senin bahwa Tiongkok adalah mitra negara, bukan tantangan, dan tidak mengancam kepentingan atau keamanan negara mana pun.

"Kami juga berharap NATO akan meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan konsep konfrontasi blok, dan berbuat lebih banyak untuk keamanan dan stabilitas Eropa dan dunia," kata Mao dalam jumpa pers reguler.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah pada hari Senin, Korea Utara menyebut kunjungan Stoltenberg sebagai "awal dari konfrontasi dan perang karena membawa awan gelap 'Perang Dingin baru' ke kawasan Asia-Pasifik".

Tahun lalu Korea Selatan membuka misi diplomatik pertamanya untuk NATO, berjanji untuk memperdalam kerja sama di bidang non-proliferasi, pertahanan dunia maya, kontra-terorisme, tanggap bencana, dan bidang keamanan lainnya.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin juga dijadwalkan tiba di Seoul pada Senin untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Korea Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.