Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelestarian Budaya Lokal, Pemkab Bangka Barat Mengajak Warga Lestarikan Tradisi Perang Ketupat

📅 Minggu, 12 Mar 2023, 18:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelestarian Budaya Lokal, Pemkab Bangka Barat Mengajak Warga Lestarikan Tradisi Perang Ketupat Doc: ANTARA/HO-Diparbud Bangka Barat
Ket. Pelaksanaan "nganggung" bersama menjadi pembuka rangkaian pesta adat Perang Ketupat di Pasir Pantai Kuning, Tempilang.

Mentok - Pelestarian budaya lokal. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengajak warga melestarikan tradisi Perang Ketupat yang digelar di Pantai Pasir Kuning Tempilang sebagai bentuk kepedulian terhadap keragaman budaya.

"Acara Perang Ketupat ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun silam dan bahkan oleh Kemendikbud telah dimasukkan dalam agenda nasional dan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda sejak 2014," kata Bupati Bangka Barat Sukirman di Mentok, Ahad.

Menurut dia, pesta adat Perang Ketupat merupakan potensi budaya yang bisa menjadi daya tarik wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Masyarakat Tempilang khususnya anak muda harus bisa melestarikan pesta adat ini, kegiatan tahunan ini memiliki banyak makna dan nilai yang bisa menjadi pemersatu," ujarnya.

Pesta adat Perang Ketupat dilaksanakan di bulan Ruwah atau bulan terakhir menjelang Ramadhan, dalam kegiatan itu banyak warga dari luar daerah yang datang ke Tempilang untuk saling bersilaturahim menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

"Ke depan tradisi ini bisa terus ditingkatkan agar lebih dikenal di tingkat internasional yang dapat menarik wisatawan sebagai promosi wisata," katanya.

Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming mengatakan Perang Ketupat memiliki nilai kearifan lokal tinggi agar bisa diturunkan ke generasi selanjutnya.

Sebagai acara tahunan Perang Ketupat perlu terus dikembangkan karena di dalamnya terkandung nilai kearifan lokal, seperti menjaga tali silaturahim, gotong royong dan membangun kebersamaan antarwarga.

"Ini bentuk kebersamaan masyarakat, Pemkab akan terus mendukung dalam upaya pelestarian tradisi," ujarnya.

Rangkaian acara Perang Ketupat dimulai dengan pelaksanaan tradisi nganggung atau makan bersama, dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Serimbang, Kedidi, Ngancak, serta pertarungan dua pendekat pencak silat dan diakhiri dengan saling lempar ketupat sebagai simbol memerangi berbagai perbuatan jahat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.