Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inilah Kisah Kejatuhan Silicon Valley Bank

📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 16:22 WIB | Oleh:
Inilah Kisah Kejatuhan Silicon Valley Bank Doc: Getty Images/Justin Sullivan
Ket. Karyawan di luar kantor pusat Silicon Valley Bank yang tutup pada Jumat.

SANTA CLARA - Departemen Perlindungan Keuangan dan Inovasi California, Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/3) menutup bank terbesar ke-16 di Amerika Serikat, Silicon Valley Bank (SVB), kurang dari dua hari setelah bank rujukan Big Tech itu mencoba membujuk para nasabah untuk tidak menarik uang mereka karena khawatir akan terjadi rush. Regulator menunjuk Korporasi Penjamin Simpanan Federal (The Federal Deposit Insurance Corporation/FDIC) sebagai penerima 175 miliar dolar AS milik nasabah l.

Dirangkum oleh The New York Times, FDIC kemudian mendirikan Bank Nasional Santa Clara, bank baru untuk menyimpan simpanan dan aset SVB. Badan tersebut mengatakan dalam rilis berita bahwa entitas baru akan beroperasi pada Senin pagi dan cek yang dikeluarkan oleh bank lama akan terus dikliring.

Terganjal suku bunga yang tinggi

Kisah bermula setahun yang lalu, saat SVB dibanjiri uang tunai dari start-up sukses, kemudian bank membeli obligasi dalam jumlah besar. Seperti bank lain, SVB menyimpan sejumlah kecil simpanan dan menginvestasikan sisanya dengan harapan mendapatkan keuntungan.

Cara itu berhasil dengan baik sampai Federal Reserve mulai menaikkan suku bunga tahun lalu untuk mendinginkan inflasi. Pada saat yang sama, dana awal mulai mengering, memberi tekanan pada banyak nasabah bank, yang kemudian mulai menarik uang mereka.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Silicon Valley Bank terpaksa menjual sebagian investasinya pada saat nilainya turun. Dalam pengungkapannya yang mengejutkan pada hari Rabu, bank tersebut mengatakan telah merugi hingga hampir 2 miliar dolar AS.

Ketakutan menyebar

Skala SVB masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan bank-bank terbesar di negara itu. Asetnya yang bernilai 209 miliar dolar AS tidak seberapa jika dibandingkan dengan lebih dari 3 triliun dolar AS milik JPMorgan Chase. Tetapi rush dapat terjadi ketika nasabah atau investor yang panik dan mulai menarik simpanan mereka. Mungkin kekhawatiran yang paling mendesak akhir pekan ini adalah bahwa kegagalan Silicon Valley Bank akan menyebar nasabah bank lain.

Itu mulai tampak, saham First Republic Bank, yang berbasis di San Francisco, dan Signature Bank di New York turun lebih dari 20 persen pada Jumat. Tetapi saham beberapa bank terbesar negara seperti JPMorgan, Wells Fargo dan Citigroup, naik lebih tinggi pada Jumat setelah merosot pada Kamis.

Perusahaan kecil berebut menarik simpanan

Saat ekosistem start-up mencoba memahami ledakan SVB, beberapa pengusaha yang dananya dibekukan di bank beralih ke pinjaman untuk membayar gaji. SVB menyediakan layanan perbankan untuk hampir setengah dari perusahaan teknologi dan ilmu kehidupan yang didukung modal ventura, dan lebih dari 2.500 perusahaan modal ventura, termasuk Lightspeed, Bain Capital, dan Insight Partners.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

55 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.