Perkuat Ketahanan Pangan, Jatim Panen Raya Padi Varietas Inpari

Kamis, 09 Mar 2023, 00:32 WIB

Surabaya - Perkuat ketahanan pangan. Kelompok Tani Tawang Raya di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur panen raya padi varietas inpari (inbrida padi sawah irigasi) 32 HDBdi lahan seluas 140 hektare.

Padi jenis unggul itu mempunyai produktifitas sampai 9 ton gabah kering giling (GKG) per hektare.

"Hasil panen yang melimpah ini berkat varietas unggul yang dikembangkan yaitu varietas inbrida padi sawah irigasi atau inpari 32 HDB," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memantau aktivitas panen di Desa Ngadirejo, Tuban, Rabu.

Menurut dia, padi jenis ini memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya hasil panen lebih tinggi dibanding varietas lain dengan hasil rata-rata yang dicapai sebesar 7,6 ton per hektare gabah kering giling (GKG).

"Potensi hasilnya bisa mencapai 8,43 ton GKG per hektare," ujarnya.

Selain itu, lanjut Khofifah, varietas inpari 32 HDB tergolong tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) atau penyakit kresek pada padi.

"Itulah kenapa padi ini dinamai varietas inpari 32 HDB," katanya.

Gubernur Khofifah mengatakan, dunia sedang dihadapkan dengan tantangan krisis pangan. Maka menjaga produktivitas padi di Jatim yang merupakan lumbung pangan nasional menjadi sangat penting.

Terdata sejak tahun 2020 produksi padi dan beras Jatim tertinggi secara nasional hingga tahun 2022.

Menginjak tahun 2023, berdasarkan prediksi data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret-April, Jatim akan surplus beras sebesar 1,13 juta ton.

Khofifah menjelaskan, produktivitas beras Jatim sangat diandalkan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 16 provinsi lainnya wilayah Indonesia timur.

Demi terus menjaga dan meningkatkan produktivitas padi dan beras Jatim, Gubernur Khofifah mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) modern. Salah satu yang harus mulai diupayakan adalah pemanfaatan mesin panen atauCombine Harvester.

"Kalau mesinCombine Harvesterdioptimalkan bisa mengurangi kehilangan 10 - 11 persen jika menggunakan panen manual. Kita menghitung total produksi gabah se- Jatim tahun lalu mencapai 9,8 juta ton. Jika 10 persennya bisa diselamatkan maka ketemu angka 0,98 juta ton. Di sini lah penggunaan mesinCombine Harvestermenjadi penting," katanya.

Mantan Menteri Sosial itu juga berpesan agar pola tanam modern harus terus dilakukan.

Terkait permodalan, Gubernur Khofifah menawarkan kepada petani untuk mengikutiKukesra, yaitu Kredit Usaha Keluarga Sejahtera melalui Bank UMKM Jatim.

"Mulai tahun ini ada kredit berbunga rendah yang bisa diakses petani dengan nilai maksimal pinjaman Rp50 juta. Bunganya hanya 3 persen setahun, di bawah KUR karena selisihnya ditanggung APBD Provinsi Jatim," katanya.

Selanjutnya terkait pupuk, Khofifah menjelaskan dari 9 kategori pupuk tinggal 2 yang disubsidi. Sedangkan petani banyak membutuhkan SP36 yang berpengaruh pada rendemen padi.

"Keluhan dari para petani ini sudah kami sampaikan kepada Pak Presiden. Insya Allah nanti ketika Pak Presiden panen raya di Jatim dalam minggu ini akan saya sampaikan kembali. Sekarang itu banyak yang rendemennya di bawah 70 karena SP36 dihapus dari kategori pupuk subsidi," ujarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.