Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bentrokan Antarormas di Banyumas Diduga Karena Berebut Proyek

📅 Rabu, 08 Mar 2023, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bentrokan Antarormas di Banyumas Diduga Karena Berebut Proyek Doc: Antara
Ket. Tangkapan layar video yang beredar melalui media sosial terkait dengan bentrokan antarormas yang terjadi di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Selasa (7/3/2023) malam

Purwokerto - Aparat kepolisian menyelidiki kasus bentrokan antar-organisasi kemasyarakatan yang terjadi di Dusun Keradenan, Desa Banteran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (7/3) malam.

"Saya akan menjelaskan terkait dengan peristiwa kemarin (7/3), peristiwa perkelahian atau bentrokan antara oknum anggota Pemuda Pancasila dan oknum anggota Paguyuban Lowo Ireng yang terjadi di Kecamatan Sumbang," kata Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Edy Suranta Sitepu di Kantor Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu siang.

Ia mengatakan peristiwa tersebut berawal dari pekerjaan proyek wahana bermain di Kecamatan Sumbang pada bulan Februari 2023.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Polresta Banyumas, saat proyek tersebut berlangsung, tanah urukanada yang mengenai kolam-kolam milik warga sehingga ada permasalahan antara Imam selaku pemilik proyek dengan warga setempat.

"Informasi yang kami dapatkan sudah terjadi kesepakatan bahwa kerugian akan diganti sehingga kemarin pada tanggal 7 Maret akan dilakukan penimbangan terhadap kerugian dari warga tersebut," kata Kapolresta.

Akan tetapi, berdasarkan informasi yang diperoleh Polresta Banyumas dan akan dikonfirmasi kembali, tambah dia, sudah mulai terjadi keributan di Sumbang yang melibatkan oknum anggota Lowo Ireng dan Pemuda Pancasila.

"Masih pada tanggal yang sama sekitar pukul 20.00 WIB, terjadi keributan sehingga mengakibatkan dua orang korban dari pihak Lowo Ireng dan saat ini sedang dirawat di DKT (Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto, red)," jelasnya.

Setelah menerima informasi kejadian tersebut, pihaknya saat ini sedang melaksanakan penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP), dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Kapolresta mengatakan pihaknya sudah melaksanakan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi terkait kejadian tersebut.

"Hari ini ada sembilan orang saksi lagi yang sedang kami lakukan pemeriksaan sehingga nanti bisa membuat terang dari insiden yang terjadi," tegasnya.

Ia menambahkan pelaku bentrokan sedang dilakukan penyelidikan dan akan memanggil orang-orang yang terkait dengan keributan yang terjadi sejak Selasa (7/3) pagi maupun kejadian sebelumnya yang terjadi pada bulan Februari untuk dimintai keterangan.

Selain itu, polisi juga sedang melakukan pengejaran terhadap beberapa pelaku yang kabur.

"Kami imbau juga kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri ke kantor kepolisian terdekat, bisa di polsek, bisa juga langsung ke Polresta Banyumas, sehingga ini bisa berproses dan tidak dapat dibenarkan untuk main hakim sendiri," kata Kombes Edy.

Ia juga mengimbau bahwa tidak ada organisasi-organisasi apa pun yang kedudukannya di atas hukum.

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk menghormati hukum dan apabila ada yang mengetahui ataupun para ketua dari ormas tersebut untuk bisa menyerahkan pelaku ke kantor kepolisian terdekat.
"Kami juga akan melakukan pemeriksaan terkait dengan wahana-wahana yang sedang membangun, begitu juga dengan masyarakat-masyarakat yang dirugikan, saat ini nanti kami rencanakan akan kami panggil," tegasnya.

Disinggung mengenai barang bukti yang diamankan, Kapolresta mengatakan pihaknya hingga saat ini masih dilakukan penyisiran atau pencarian di TKP.

Selain itu, kata dia, orang-orang yang terlihat dalam video-video pendek yang tersebar melalui media sosial juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Terkait luka yang dialami oleh dua orang korban, dia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum yang dilakukan oleh dokter di RST Wijayakusuma Purwokerto.

"Namun, kalau dari visual itu ada seperti benda tumpul, kemudian ada seperti sayatan. Saya belum bisa menyimpulkan karena masih menunggu dari hasil visum," jelasnya.

Ia mengakui jika beberapa orang sempat diamankan ke Polresta Banyumas, namun statusnya masih sebagai saksi.

Lebih lanjut, Kapolresta menyampaikan imbauan kepada masyarakat apabila ada intimidasi, kekerasan, ancaman, pemaksaan, dan sebagainya dipersilakan untuk berani melapor ke kepolisian.

"Jangan takut karena kami, Polda Jateng, dalam hal ini adalah Polresta Banyumas hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai representasi dari negara. Setiap laporan terkait dengan aksi-aksi premanisme, pasti akan kami tindak, saya pastikan itu akan kami tindak," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.