Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tentara Bayaran Kekurangan Amunisi, Grup Wagner Peringatkan Rusia

📅 Senin, 06 Mar 2023, 13:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tentara Bayaran Kekurangan Amunisi, Grup Wagner Peringatkan Rusia Doc: ANTARA/REUTERS/Igor Russak
Ket. Arsip - Seorang pria berseragam kamuflase berjalan keluar dari PMC Wagner Center, yang merupakan proyek dari pengusaha dan pendiri kelompok militer swasta Wagner Yevgeny Prigozhin, saat pembukaan kantor di Saint Petersburg, Rusia, 4 November 2022.

MOSKOW - Yeygeny Prigozhin, pendiri jaringan tentara bayaran Grup Wagner, mengingatkan bahwa pasukan mereka yang saat ini menguasai Kota Bakhmut di Ukraina sedang kekurangan amunisi. Jika mereka terpaksa mundur, seluruh garis depan akan hancur.

"Jika Wagner mundur dari Bakhmut sekarang, seluruh garis depan akan runtuh," kata Prigozhin dalam siaran video yang disiarkan Minggu (5/3).

"Situasi saat ini tidak menguntungkan bagi seluruh formasi militer yang sedang melindungi kepentingan Rusia," katanya.

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen kapan dan di mana rekaman video tersebut dibuat.

Rekaman yang disiarkan melalui saluran Telegram tersebut menyebarkan berita Prigozhin yang terkait Grup Wagner. Rekaman itu tidak ditayangkan melalui layanan media Prigozhin seperti sebelumnya.

Prigozhin pada Jumat (3/3) pekan lalu menyatakan bahwa pasukannya "praktis telah mengepung Bakhmut", tempat pertempuran berkecamuk sepanjang minggu lalu, bersama pasukan Rusia yang menggempur dari segala sisi.

Namun,Prigozhin pada Minggu (5/3) mengeluh karena sebagian besar amunisi yang dijanjikan oleh Moskow untuk pasukannya pada Februari ternyata belum dikirim.

"Saat ini, kami hanya mencoba meraba-raba alasannya: alasan birokrasi atau pengkhianatan," kata Prigozhin dalam pernyataannya melalui saluran Telegram.

Pimpinan tertinggi tentara bayaran itu sering melontarkan kritikan terhadap para jenderal dan petinggi kementerian pertahanan Rusia. Pada Februari, ia menuduh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan pihak lain "berkhianat" karena menahan pasokan amunisi untuk pasukannya.

Dalam rekaman video berdurasi empat menit yang disiarkan melalui Wagner Orchestra Telegram pada Sabtu (4/3), Prigozhin menyatakan pihaknya khawatir kalau Moskow sengaja menjebak mereka untuk dijadikan kambing hitam jika Rusia kalah perang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.