Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNPT dan Uni Eropa Susun Pedoman Deradikalisasi

📅 Senin, 06 Mar 2023, 01:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPT dan Uni Eropa Susun Pedoman Deradikalisasi Doc: istimewa
Ket. Deputi Bidang Kerja sama Internasional BNPT RI Andhika Chrisnayudhanto

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersama pakar kontra-terorisme dan keamanan dari Uni Eropa menyusun pedoman program deradikalisasi, rehabilitasi, dan reintegrasi untuk menanggulangi dan mencegah ancaman terorisme di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

"Workshop ini penting untuk mengidentifikasi apa strategi yang berhasil dan apa yang kemungkinan tidak berhasil dari sebuah program, dan juga mengidentifikasi best practices yang bermanfaat bagi negara-negara di kawasan ASEAN, ketika berhadapan dengan program deradikalisasi, rehabilitasi, dan reintegrasi, untuk disusun dalam sebuah guidelines," kata Deputi Bidang Kerja sama Internasional BNPT RI Andhika Chrisnayudhanto dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (4/2).

Andhika yang juga Ketua SOMTC WG on CT (Kelompok Kerja Pejabat Senior ASEAN pada isu Penanggulangan Terorisme) itu menjelaskan terorisme merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional, termasuk di kawasan ASEAN.

Ia mengatakan salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk menanggulangi ancaman terorisme di ASEAN adalah memastikan keberhasilan program deradikalisasi, rehabilitasi dan reintegrasi. Dalam memastikan keberhasilan ketiga program tersebut, perlu adanya pedoman berisi beragam best practices (pengalaman terbaik).

"Kemudian, keberadaan pedoman tersebut juga mendapat respon positif dari pakar kontra terorisme/keamanan Uni Eropa untuk South Sast Asia Marc Vierstraet," ujarnya.

Menurut dia, pedoman itu juga diharapkan bersifat adaptif untuk diterapkan di seluruh negara di kawasan ASEAN.

Pedoman (guidelines) juga akan berperan dalam memastikan individu yang pernah terlibat tindak pidana terorisme berintegrasi ke masyarakat dan tidak kembali mengulangi tindakan terorisme setelah mendapatkan program deradikalisasi, rehabilitasi dan reintegritasi.

"Tidak mudah mengubah pola pikir seseorang, rehabilitasi dan reintegrasi adalah pekerjaan seumur hidup. Bagaimana mendukung mereka secara berkelanjutan agar tidak kembali pada pemahaman yang salah," kata Asisten Profesor di International Institute of Islamic Thought and Civilisation (ISTAC), International Islamic University Malaysia, Ahmad El-Muhammady.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.