Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB: Junta Militer Sebabkan Krisis HAM Abadi di Myanmar

📅 Sabtu, 04 Mar 2023, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Junta Militer Sebabkan Krisis HAM Abadi di Myanmar Doc: CNA/AP
Ket. Pengunjuk rasa anti-kudeta memberi isyarat dengan hormat tiga jari, simbol perlawanan selama demonstrasi di kotapraja Thaketa Yangon, Myanmar pada 27 Maret 2021.

JENEWA - Sebuah laporan yang diterbitkan PBB pada Jumat (3/3) menuduh militer Myanmar menciptakan "krisis hak asasi manusia abadi" di negara itu dan menyerukan agar kekerasan segera diakhiri.

Sejak junta merebut kekuasaan dua tahun lalu, Myanmar terjerumus dalam kekacauan. Gerakan perlawanan melawan militer terjadi setelah penumpasan berdarah para penantang militer yang membuat negara-negara Barat kembali memberlakukan sanksi.

Laporan yang mendokumentasikan dugaan pelanggaran HAM antara 1 Februari 2022, dan 31 Januari 2023, menemukan bahwa kekerasan telah meningkat di Myanmar barat laut dan tenggara karena "serangan udara dan penembakan artileri tanpa pandang bulu, pembakaran massal desa-desa untuk menggusur warga sipil, dan penolakan akses kemanusiaan".

Taktik yang digunakan militer, kata laporan itu, dirancang untuk memutus akses kelompok bersenjata ke makanan, keuangan, intelijen, dan rekrutmen.

"Militer, yang diperkuat oleh impunitas yang terus menerus dan mutlak, secara konsisten mengabaikan kewajiban dan prinsip internasional," kata Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Turk, dalam sebuah pernyataan.

"Tindakan nyata dan mendesak diperlukan untuk mengakhiri bencana ini."

Pihak berwenang Myanmar tidak segera menanggapi telepon panggilan Reuters dan email untuk dimintai komentar.

Junta sebelumnya mengatakan memiliki kewajiban untuk memastikan perdamaian dan keamanan dan membantah kekejaman telah terjadi. Junta mengatakan sedang melakukan kampanye yang sah melawan teroris.

James Rodehaver, kepala tim Myanmar Kantor HAM PBB, mengatakan bahwa bentrokan bersenjata terjadi di sekitar 77 persen negara itu.

"Tidak pernah ada waktu dan situasi di mana krisis di Myanmar telah mencapai sejauh ini, seluas ini di seluruh negeri," katanya di Jenewa.

Laporan itu merekomendasikan, meminta pihak berwenang di Myanmar untuk mengakhiri kekerasan dan berhenti menganiaya lawan.

"Operasi militer harus dihentikan untuk memberikan ruang dialog yang dapat mengakhiri krisis ini," kata laporan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

17 menit yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Nasional
RDPU Komisi III DPR bahas k...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.