Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bogor Integrasikan Data Kekerdilan dan Kemiskinan

📅 Sabtu, 04 Mar 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bogor Integrasikan Data Kekerdilan dan Kemiskinan Doc: ANTARA/Linna Susanti
Ket. Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah (kesatu dari kanan) saat memberi penghargaan kepada pembicara dalam Bimtek Pendataan dan Pengelolaan Aplikasi Sosial Integrasi Data (SOLID) & Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial New Generation (SIKS-NG) Tahun 2023 di Saung Dolken, Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Senin (27/2).

BOGOR - Data kekerdilan anak (stunting) dan angka kemiskinan warga peserta BPJS akan diintegrasikan untuk lingkungan Kota Bogor. Rencana ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah, yang dipantau, Jumat (3/3).

"Kami berencana mengintegrasikan data kekerdilan anak atau stunting dalam aplikasi Sosial Integrasi Data atau Solid yang memuat data warga miskin peserta BPJS penerima bantuan iuran aatau PBI," jelas Syarifah.

Menurut Syarifah, rencana tersebut belajar dari Kabupaten Sumedang yang sedang populer karena berhasil memiliki aplikasi Simpati yang mendata secara berkala anak-anak stunting.

"Kota Bogor perlu belajar untuk memiliki layanan serupa," ujar Sekda.

Kalau Sumedang mempunyai aplikasi Simpati untuk data stunting, Kota Bogor memiliki Solid yang juga berfungsi baik untuk bansos. Dinsos segera mempelajari supaya ada aplikasi yang bisa memuat data stunting juga. "Stunting kan konsentrasi pemerintah pusat juga," tandasnya.

Sebagai dukungan terhadap data sosial, kata Syarifah, Pemerintah Kota Bogor juga akan menyisihkan anggaran 50 juta untuk setiap kecamatan yang memiliki dashboard atau beranda penduduk miskin dengan teknologi 3D. Pemkot Bogor akan menganggarkan fasilitas kamera dan dashboard tersebut untuk enam kecamatan dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023.

Lebih jauh, Syarifah menyampaikan teknologi 3D telah digunakan Kabupaten Sumedang dalam aplikasi Simpati. Ke depan, dengan ada kamera dan beranda data warga miskin serta anak-anak stunting berbasis 3D, pemilahan data yang tidak valid akan semakin ketat. "Jadi, kalau ada warga yang sebenarnya tidak layak untuk bansos atau stunting, akan terlihat dalam sistem," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pengumpulan, Pengolahan dan Pengkajian Data Kesejahteraan Sosial Kota Bogor, Ruly Hasanul Basri, menerangkan bahwa aplikasi Solid telah diluncurkan tahun 2020 saat pandemi Covid-19. Di situ, antara lain dihadirkan teknologi penentuan titik lokasi rinci rumah pendaftar atau geotaging.

Aplikasi tersebut juga merinci 18 kriteria masyarakat miskin yang memenuhi syarat mendapatkan bansos BPJS PBI, PHK dan BPNT. Aplikasi segera menolak data warga yang tidak valid saat mendaftar.
Sebaliknya, data warga yang memenuhi syarat, segera diproses untuk mendapatkan BPJS PBI dari APBD Kota Bogor.

Untuk teknis aplikasi serupa Simpati di Solid atau aplikasi baru akan dirumuskan setelah mempelajari aplikasi Simpati dari Kabupaten Sumedang. "Saya sudah ditugaskan untuk ke Sumedang guna mempelajari alur sistem Simpati yang mungkin bisa diterapkan di aplikasi stunting Kota Bogor," tutur Ruly.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.