Tekan Angka Stunting, SDM PKH Diminta Perhatikan Nutrisi Masyarakat Penerima Bantuan
📅 Selasa, 28 Feb 2023, 13:25 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Dok. Kemensos
Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi program andalan pemerintah untuk pengentasan kemiskinan. Salah satu kunci sukses pelaksanaan program adalah kesiapan dan profesionalitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola program.
Selain memastikan bantuan sosial (bansos) tersalurkan dan dikelola dengan baik oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), SDM PKH juga harus membangun pemahaman KPM melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
SDM PKH kini mengemban tugas tambahan. Sebab, PKH tidak hanya difokuskan untuk penanganan kemiskinan, namun juga mengatasi sunting.
"Atas arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, SDM PKH diminta memperhatikan nutrisi KPM untuk menekan angka stunting," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Robben Rico saat Konsolidasi PKH Tahun 2023 bersama SDM PKH Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kabupaten Batu di Kota Malang, belum lama ini.
Ia menitipkan kepada ratusan SDM PKH se-Malang Raya agar program ini dilaksanakan dengan baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"(Substansi) P2K2 sudah saya petakan untuk dikuatkan supaya nanti ada tambahan nutrisi yang diberikan dalam P2K2," kata Robben.

P2K2 merupakan kegiatan wajib untuk diikuti penerima bansos PKH. Dalam P2K2, KPM mendapatkan berbagai materi edukatif, mulai dari pengelolaan keuangan keluarga, pengasuhan anak dan pendidikan, sampai pengetahuan tentang kesehatan dan gizi untuk ibu hamil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Robben, penguatan tambahan nutrisi tersebut berdasarkan pada pengamatannya terhadap pelaksanaan P2K2 yang ia pantau selama ini.
"Karena kemarin, saya melihat di P2K2 itu bagus, cuma 'kan selalu, yang ditekankan edukasi, edukasi, edukasi," ucapnya.
Harapannya, lanjutnya, ada tindakan yang nyata. "Bicara stunting kalau tidak dibarengi dengan kita kasih nutrisi, ya sama aja bohong," katanya.
Untuk itu, ia meminta SDM PKH se-Malang Raya agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait kebutuhan nutrisi yang tepat untuk KPM, mengingat kebutuhan nutrisi di setiap daerah berbeda.
"Jadi, jangan asal kita kasih nutrisi, tapi tanya ke dinkes, kira-kira yang dibutuhkan apa. Kalo misalkan, yang di sini, butuhnya ikan, ya dikasih ikan. Jangan dikasih ubi, bukannya tambah pinter, mek wareg tok (hanya kenyang saja). Tanya ke Dinkes setempat karena kebutuhan setiap daerah pasti bervariasi," ucap Robben.
Pernyataan Robben sejalan dengan salah satu implementasi kebijakan Kemensos dalam hal kontribusi PKH terhadap pencegahan stunting melalui materi kesehatan dan gizi untuk ibu hamil dalam P2K2.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!