IMF Ajak G20 Perkuat Arsitektur Keuangan Dunia
📅 Selasa, 28 Feb 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSaat ekonomi belum pulih, negara berkembang dihadapkan pada cicilan dan bunga yang kian memberatkan perekonomian. Akibatnya, ekonomi makin sulit pulih, malah semakin terpuruk.
"Kerja sama pengembalian utang dengan reschedulling, restructuring, bahkan refinancing sangat diperlukan," kata Suhartoko.
Hal itu perlu ditempuh karena kebangkrutan perekonomian suatu negara pada era globalisasi akan mempunyai efek penularan (contagion effect) yang besar terhadap stabilitas sistem keuangan dunia, apalagi banyak negara terancam bangkrut.
Diminta terpisah, peneliti ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet, mengatakan pandemi membuka satu celah yang menunjukkan banyak negara kesulitan untuk kembali ke level ekonomi sebelum terjadi pandemi karena terbatasnya pembiayaan yang dimiliki.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mencapai level perekonomian seperti sebelum terjadi pandemi, mereka perlu mencari alternatif pembiayaan termasuk pembiayaan dari lembaga ataupun negara melalui bentuk utang.
Di sisi lain, pandemi memunculkan kebutuhan pembiayaan di dalam negeri untuk mendorong proses pembelian ekonomi. Atas dasar kebutuhan itulah IMF merasa perlu kembali melihat arsitektur keuangan internasional, apakah sudah relatif cukup baik terutama untuk membiayai atau membantu negara-negara yang membutuhkan utang terutama setelah pandemi.
"Dalam konteks utang, yang perlu dilakukan adalah bagaimana utang tidak memberatkan kreditur maupun debitur, terutama debitur negara-negara miskin yang punya keterbatasan membayar kembali. Ini yang perlu menjadi diskusi lebih lanjut dalam pertemuan G20 di India," kata Rendi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!