Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspada Gelombang Laut Tinggi di Kepri Akibat Monsun Asia

📅 Minggu, 26 Feb 2023, 18:58 WIB | Oleh:
BMKG: Waspada Gelombang Laut Tinggi di Kepri Akibat Monsun Asia Doc: ANTARA/Nikolas Panama
Ket. Kelong, alat tangkap ikan milik nelayan tradisional, sandar di bibir Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, karena cuaca buruk.

KEPULAUAN RIAU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan angin Monsun Asia menjadi pemicu gelombang laut tinggi di Kepulauan Riau (Kepri), Minggu.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Diana Siregar, Minggu, mengatakan Monsun Asia diprediksi aktif hingga pertengahan Maret 2023. Monsun Asia merupakan angin yang bergerak dari arah barat membawa massa udara yang lebih banyak.

Monsun Asia tidak hanya menyebabkan gelombang tinggi, melainkan juga angin kencang dan hujan deras. Oleh karena itu, hari ini terjadi hujan lebat di beberapa kawasan di Kepri setelah beberapa pekan tidak terjadi hujan.

"Kecepatan angin saat ini mencapai 35 kilometer per jam," katanya.

Dalam sepekan terakhir, kata dia, kecepatan angin, gelombang tinggi, dan pasang air laut maksimum disebabkan fenomena "Super New Moon", namun sekarang disebabkan Monsun Asia.

Diana mengemukakan gelombang laut yang tinggi terjadi di Perairan Bintan dan Tanjungpinang mencapai 3 meter, meningkat dibanding sehari yang lalu 2,5 meter. Cuaca yang lebih ekstrem terjadi di sejumlah kawasan pesisir di Kepulauan Anambas dan Natuna. Tinggi gelombang laut di Anambas dan Natuna mencapai 6 meter.

"Cuaca buruk juga dipicu oleh pertumbuhan awan kumulonimbus, awan tebal yang menjulang tinggi. Awan ini menyebabkan hujan deras yang disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi," katanya.

Diana mengimbau masyarakat pesisir agar mewaspadai cuaca ekstrem yang potensial terjadi hingga pertengahan Maret 2023 tersebut. Masyarakat sebaiknya tidak berenang di laut saat gelombang laut tinggi yang disertai angin kencang.

Pengguna alat transportasi laut juga harus mewaspadai gelombang laut yang tinggi, angin kencang dan hujan deras di Perairan Bintan, Tanjungpinang, Natuna, dan Anambas.

Ia juga mengimbau nelayan, terutama yang menggunakan perahu kecil untuk tidak melaut saat cuaca buruk.

"Warga yang tinggal di pesisir Bintan, Tanjungpinang, Natuna, dan Anambas agar mewaspadai cuaca buruk tersebut, terutama saat muncul awan kumulonimbus," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.