Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sungguh Menyedihkan, UNESCO Catat 241 Situs Bersejarah di Ukraina Rusak Akibat Invasi Russia

📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sungguh Menyedihkan, UNESCO Catat 241 Situs Bersejarah di Ukraina Rusak Akibat Invasi Russia Doc: ANTARA/Reuters/Vladyslav Musiienko
Ket. Relawan menutupi monumen Putri Olga, Rasul Andrew, Santo Cyril dan Methodius dengan kantong pasir untuk melindunginya dari kerusakaan saat invasi Russia di Ukraina berlanjut, di Kiev, Ukraina, 28 Maret 2022.

Jakarta - Sungguh menyedihkan. UNESCO pada Kamis menyatakan bahwa mereka telah memverifikasi kerusakan pada 241 situs bersejarah di Ukraina sejak Russia menginvasi negara tersebut pada 24 Februari 2022.

Badan PBB itu menyebutkan bahwa jumlah tersebut mencakup kerusakan pada 106 situs keagamaan, 18 museum, 86 bangunan bersejarah atau benda-benda bernilai seni, 19 monumen, serta 12 perpustakaan, menurut UNESCO dalam laman resminya.

Kerusakan situs bersejarah akibat perang Russia itu tersebar di 13 wilayah di Ukraina. Situs-situs yang rusak itu sebagian besar terletak di wilayah timur Ukraina, seperti Donetsk, Kharkiv, Luhansk, dan ibu kota Kiev.

Dari 13 wilayah tersebut, Donetsk menjadi wilayah yang paling parah terdampak. UNESCO mencatat terdapat 66 situs dan bangunan bersejarah yang rusak.

Badan tersebut melaporkan bahwa hingga saat ini tak satupun dari tujuh Situs Warisan Dunia UNESCO di Ukraina yang rusak.

UNESCO saat ini sedang melakukan penilaian awal terhadap tingkat kehancuran warisan-warisan budaya dengan memverifikasi setiap informasi yang dilaporkan kepada berbagai sumber terpercaya.

UNESCO bersama dengan para mitrajuga sedang mengembangkan sebuah mekanisme penilaian data terkoordinasi independen di Ukraina, termasuk analisis menggunakan citra satelit, sebagaimana tertuang ketentuan Konvensi Den Haag 1954 untuk Perlindungan Kekayaan Budaya dalam Peristiwa Konflik Bersenjata.

Pada perayaan satu tahun invasi Russia ke Ukraina, Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara yang telah mengumumkan bantuan perlindungan warisan budaya Ukraina.

AS ????pada Kamis mengumumkan ???akan menyumbang 7 juta dolar AS (sekitar 106,58 miliar) sebagai upaya perlindungan terhadap warisan budaya yang terancam hancur oleh invasi Russia ke Ukraina, demikian pernyataan tertulis Departemen Luar Negeri AS.

"Pekan ini menandai satu tahun sejak invasi brutal Russia ke Ukraina. Perang Russia tidak hanya bertujuan merebut wilayah Ukraina dan merampas kedaulatannya, tetapi juga menghapus identitas nasional dan budayanya," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dikutip dari laman resmi kantornya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.