Sejarah 21 Februari: Sejarah Kelam International Mother Language Day
📅 Selasa, 21 Feb 2023, 00:00 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Delhi Post
Tanggal 21 Februari ditetapkan UNESCO sebagai International Mother Language Day atau Hari Bahasa Ibu Internasional untuk menghormati keragaman bahasa dan budaya. Tapi tahukah Anda bahwa ada sejarah kelam di balik penetapan ini?
Faktanya, penetapan International Mother Language Day berakar dari gerakan pengakuan bahasa Bengali sebagai bahasa negara Pakistan. Sebagai informasi, bahasa Bengali merupakan bahasa ibu masyarakat Pakistan Timur atau yang kini merupakan bagian dari Bangladesh.
Pada tanggal 21 Februari 1952, sebuah pertemuan diadakan di kampus Universitas Dhaka dimana massa yang dipimpin oleh mahasiswa membentuk gerakan bahasa yang menganjurkan pengakuan bahasa Bengali.
Permasalahan dimulai ketika pembentukan negara bagian Pakistan usai pemisahan British India pada tahun 1947. Negara bagian Pakistan dibentuk dengan dua provins yang dikenal sebagai Pakistan Barat dan Benggala Timur, yang kemudian berganti nama menjadi Pakistan Timur pada tahun 1956.
Namun, pemerintah negara bagian yang baru lahir itu didominasi oleh para politisi dari bagian barat dan segera terlihat bahwa akhir periode kolonial Inggris hanya memulai era neo-kolonial untuk Benggala Timur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penindasan politik dan ekonomi mengikuti imperialisme linguistik ketika pada tahun 1948 Pemerintah Pakistan menetapkan bahasa Urdu sebagai satu-satunya bahasa nasional negara itu.
Keputusan itulah yang lantas tersebut memicu protes langsung dari para mahasiswa Pakistan Timur. Ketidakpuasan massa dan aktivitas politik berlanjut selama beberapa tahun dan mencapai klimaksnya pada tanggal 21 Februari 1952 ketika polisi membunuh beberapa demonstran yang melanggar hukum yang melarang pertemuan publik.
Polisi melepaskan tembakan di depan asrama perguruan tinggi kedokteran tempat para mahasiswa melakukan demonstrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melansir bdnews24, informasi yang diberikan penyelenggara Gerakan Bahasa, Oli Ahad, tidak ada yang tahu jumlah pasti orang yang terbunuh pada 22 Februari.
Pada 23 Februari 1952, sebuah berita menyebutkan bahwa polisi menembaki mahasiswa yang berkumpul di asrama perguruan tinggi kedokteran telah menewaskan tujuh orang dan melukai 300 orang.
Namun, laporan yang diterbitkan di Daily Azad, sembilan orang tewas dalam penembakan pada 21 Februari dan 22 Februari.
Sementara surat kabar yang berbasis di Kalkuta, Daily Anandabazar melaporkan jumlah korban tewas mencapai sembilan orang.
Kematian tersebut menyebabkan keresahan yang meluas dan akhirnya mendorong Pemerintah untuk memberikan status resmi bahasa Bengali pada tahun 1956.
Gerakan Bahasa Bengali juga mengokohkan penegasan nasionalisme Bengali dan ternyata menjadi titik balik sejarah perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Provinsi Pakistan Timur akhirnya menetapkan identitasnya sebagai Bangladesh, sebuah negara merdeka sebagai hasil dari perang berdarah selama sembilan bulan pada tahun 1971.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!