Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rusia Pangkas Produksi Minyak, AS: Itu Karena Mereka Tidak Bisa Menjualnya

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 08:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rusia Pangkas Produksi Minyak, AS: Itu Karena Mereka Tidak Bisa Menjualnya Doc: Radio Bulgaria/Reuters
Ket. Ilustrasi minyak Rusia.

HOUSTON - Keputusan Rusia untuk memangkas produksi minyak mentah sebesar 500.000 barel per hari mencerminkan ketidakmampuannya untuk menjual semua minyaknya, kata Ben Harris, Asisten Sekretaris Departemen Keuangan AS pada Kamis (16/2).

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pekan lalu, mengatakan akan secara sukarela memangkas produksi mulai bulan depan setelah dimulainya pembatasan harga oleh Barat untuk minyak dan produk minyak Rusia pada 5 Februari. Langkah untuk memotong sekitar 5 persen produksi sementara tersebut mendorong harga global.

"Mereka mengurangi produksi karena mereka tidak bisa menjualnya (minyaknya), bukan karena mereka ingin menggunakan minyak dan produk olahannya sebagai senjata," kata Harris dalam sambutannya di Argus Americas Crude Summit.

Pemotongan itu menyusul embargo dan sanksi, termasuk batas harga minyak mentah 60 dolar AS per barel yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh negara-negara Barat untuk menghukum Moskow atas invasinya ke Ukraina. Polandia, Latvia, Lithuania, dan Estonia telah mendorong untuk menurunkan batas harga minyak mentah.

Pendapatan anggaran bulanan Rusia dari minyak dan gas turun 46 persen pada Januari ke level terendah sejak Agustus 2020 di bawah dampak sanksi Barat terhadap ekspornya yang paling menguntungkan, menurut data kementerian keuangan.

Batas tersebut berusaha untuk menjaga stabilitas pasar dan menurunkan pendapatan Rusia, yang keduanya telah tercapai, kata Harris.Tidak ada perusahaan Amerika yang terlibat dalam perdagangan minyak Rusia di atas batas harga, katanya.

Tidak jelas apakah Rusia akan menutup minyak mentah karena kesulitan logistik menempatkan minyak mentah di batas atas, atau apakah pemotongan produksi berlangsung, ujarMichael Cohen, kepala ekonom BP AS, selama konferensi.

Colin Parfitt, wakil presiden midstream untuk Chevron Corp, juga mengatakan belum jelas apakah penurunan produksi itu besar. Pasar berada dalam pendekatan "tunggu dan lihat" terhadap pengumuman tersebut, kata Parfitt kepada Reuters di sela-sela konferensi.

Rusia masih menjual barel minyak mentah dengan potongan harga kepada pembeli termasuk China dan India. Membeli barel Rusia itu "sangat menguntungkan" bagi sebagian besar dunia, kata Presiden Mercuria Daniel Jaeggi di konferensi tersebut.

Namun, Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah catatan awal pekan ini bahwa mitra dagang Moskow semakin membayar lebih banyak untuk minyak mentah Rusia daripada harga yang dikutip, melindungi Rusia dari dampak sanksi Barat.

Kepala Eksekutif Phillips 66, Mark Lashier mengatakan asumsi dasar perusahaan adalah bahwa produk minyak mentah dan minyak Rusia akan masuk ke pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.