Kasus Diabetes Anak di Indonesia Melonjak, Ini Dia Penyebabnya
📅 Jumat, 17 Feb 2023, 14:13 WIB | Oleh: Tim PenulisApa yang Dapat Dilakukan Pemerintah?
WHO dan UNICEF telah meluncurkan Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI pada 1981 untuk mengatur pemasaran susu formula yang tidak etis.
Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Mutu Gizi, Pelabelan dan Periklanan Susu Formula Pertumbuhan Anak usia 1-3 tahun. Lebih jauh, WHO juga mengeluarkan informasi tambahan sebagai peringatan mengenai promosi silang susu formula bayi dan susu formula pertumbuhan. Namun demikian, pelaksanaan peraturan ini masih perlu diperkuat.
Pemerintah harus juga fokus pada program yang mendukung menyusui yang terbukti menurunkan risiko diabetes dan meningkatkan imunitas anak, juga terbukti membawa manfaat secara ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah juga dapat mempertimbangkan memberlakukan pajak pada minuman dengan gula tambahan (sugar-tax). Strategi ini bertujuan untuk menurunkan konsumsi minuman dan makanan dengan gula tambahan dengan cara menaikkan harga dengan harapan kemampuan beli masyarakat akan menurun.
Satu penelitian review sistematik menunjukkan bahwa kebijakan ini efektif, namun demikian penulis menyarankan untuk mengkombinasikan dengan intervensi lain, seperti peningkatan literasi kesehatan, dan peningkatan kesempatan untuk beraktivitas secara fisik, terutama pada anak-anak.![]()
Andini Pramono, PhD Candidate, Department of Health Economics, Wellbeing and Society, National Centre for Epidemiology and Population Health, Australian National University dan Katelyn Barnes, Postdoctoral Research Fellow, The University of Queensland
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!