Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Diabetes Anak di Indonesia Melonjak, Ini Dia Penyebabnya

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 14:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Diabetes Anak di Indonesia Melonjak, Ini Dia Penyebabnya Doc: decisionindentistry
Ket. Ilustrasi diabetes pada anak.

Andini Pramono, Australian National University dan Katelyn Barnes, The University of Queensland

Baru-baru ini media massa memberitakan tentang meningkatnya kasus diabetes pada anak di Indonesia. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan kasus diabetes pada anak melonjak hingga 70 kali lipat sejak 2010 hingga awal 2023.

Angka itu muncul ke publik dari pernyataan IDAI bahwa prevalensi diabetes anak pada 2010 adalah 0,028 per 100.000 anak, sementara per Januari 2023 angkanya 2 per 100.000 anak. Jika hal itu benar, angka itu sangat mengkhawatirkan orang tua dan masyarakat. Saya telah mencari sumber data atau laporan aslinya namun tidak dapat menemukan.

Namun data kelebihan berat badan pada anak di negeri ini bisa memberikan gambaran risiko diabetes. Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan 10,8% dan 9,2% anak berusia 5-12 tahun mengalami kegemukan dan obesitas, secara berurutan. Keduanya merupakan salah satu faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya diabetes.

Karena itu, menurunkan angka kegemukan dan obesitas pada anak merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2, diabetes karena gaya hidup saat mereka dewasa.

Banyak penelitian menyebutkan menyusui merupakan faktor pelindung dari terjadinya diabetes tipe 1 (pada anak) dan tipe 2 baik pada anak pada masa mendatang maupun bagi ibu. Memberlakukan cukai gula juga penting untuk menurunkan konsumsi gula di masyarakat.

Dua Tipe Diabetes

Diabetes terdiri dari dua tipe. Diabetes tipe 1 biasanya muncul pada usia anak yang disebabkan oleh kondisi genetik. Sedangkan diabetes tipe 2 biasanya muncul karena pengaruh gaya hidup dan mayoritas menimpa orang dewasa.

Meski dalam berita tidak disebutkan tipe diabetes mana yang meningkat, namun kedua tipe diabetes ini merupakan kondisi kronis, yang hingga saat ini tidak ada obat untuk menyembuhkan. Kondisi ini hanya bisa dikelola dengan menjaga kadar gula darah terkendali agar orang dengan diabetes memiliki kualitas hidup yang optimal.

Gejala yang muncul pada penderita diabetes antara lain sering merasa haus dan lapar, buang air kecil lebih sering, merasa lemah dan sebagainya. Namun demikian untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter secara langsung, termasuk juga pemeriksaan laboratorium.

Diabetes yang biasanya muncul pada usia anak adalah diabetes tipe 1, saat tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin yang berfungsi untuk mengatur makanan menjadi energi. Faktor penyebab diabetes tipe 1 masih belum jelas, meski seringkali penyebab dianggap karena faktor genetik.

Diabetes tipe 2 dapat didiagnosis pada anak dan dapat dicegah. Faktor risiko diabetes tipe 2 adalah pola makan, kurangnya aktivitas fisik atau olahraga, berat bada berlebih atau obesitas.

Laporan dari IDAI pada berita di atas menyebutkan bahwa faktor penyebab meningkatnya diabetes pada anak Indonesia salah satunya karena faktor gaya hidup, terlebih kurangnya aktivitas fisik dan tingginya konsumsi makanan dengan pemanis tambahan.

Pola makan sehat pada anak, meliputi menyusui anak usia 0-2 tahun, konsumsi makanan rendah gula, dan konsumsi makanan segar seperti buah, sayuran dan biji-bijian utuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.