- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bursa Kripto Bekukan Dana ...
Bursa Kripto Bekukan Dana Hasil Pencurian Peretas Korut
Kamis, 16 Feb 2023, 16:35 WIBSEOUL - Radio Free Asia (RFA) pada Kamis (16/2) melaporkan bahwa bursa kripto, atau mata uang virtual, bekerja sama membekukan akun organisasi peretas Korea Utara (Korut) senilai sekitar 1,4 juta dollar AS.
Menurut RFA, Elliptic Enterprises, perusahaan analisis blockchain Inggris, pada Selasa (14/2) mengumumkan bahwa dua bursa kripto terbesar di dunia, Binance dan Huobi, telah membekukan akun mata uang virtual yang berisi dana curian dari organisasi peretas yang terkait dengan Korut, Lazarus.
"Akun yang dibekukan memiliki uang kripto senilai 1,4 juta dollar AS dan dikonfirmasi merupakan sebagian dari uang kripto senilai 100 juta dollar AS yang dicuri oleh kelompok peretas Korut, Lazarus, dari perusahaan blockchain Harmony pada Juni tahun lalu," ungkap RFA.
Elliptic mengonfirmasi dana curian mengalir ke bursa melalui proses transaksi yang rumit, kemudian segera melaporkan hal tersebut ke bursa kripto terkait untuk menangguhkan dan membekukan akun tersebut.
Otoritas Amerika Serikat (AS) menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam keberhasilan pendeteksian aktivitas terkini dari organisasi peretas Korut yang menggunakan teknologi baru untuk menghindari sanksi AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa sangat penting bagi pemerintah, petugas keamanan jaringan, perusahaan swasta, dan masyarakat untuk tetap waspada dan berkolaborasi untuk mengurangi ancaman dunia maya Korut.
Menurut dia, Korut menyerang semakin banyak lembaga keuangan, bursa kripto, dan penyedia layanan aset virtual dan telah meminta imbalan lebih dari satu miliar dollar AS. Ditambahkan bahwa kegiatan tersebut telah menyediakan sejumlah besar dana kepada pihak yang terlibat langsung dalam program pengembangan senjata pemusnah massal (WMD) dan misil balistik Korut.
Sebelumnya, pada Senin (13/2), Elliptic juga mengatakan bahwa Lazarus menggunakan kripto mixer baru yang disebut Sinbad dalam operasinya. Ini adalah layanan yang memungkinkan pengguna mencampur mata uang virtual sehingga pengirim tidak dapat diketahui. KBS/I-1
Berita Terkait:
-
Dari Sawah ke Dompet: Harga Gabah Naik Jadi Rp6.500/kg, Ekonomi Petani Ikut Membaik?
-
BGN Tegaskan Bahan Baku untuk SPPG Tidak Boleh Didominasi Satu Pemasok!
-
Warga Cermati, Jalan Dekat Stasiun Bekasi Ditutup Mulai Nanti Malam
-
Pimpin Transformasi Industri Pupuk, Rahmad Pribadi Bawa Pupuk Indonesia Raih 4 Penghargaan BUMN 2026
-
Momen Haru di Tokyo, Donald Trump Janji Bantu Jepang Pulangkan Warganya yang Diculik Korea Utara
-
Jogja After Dark: Wisata Malam Jadi Senjata Dongkrak Lama Tinggal Turis
-
Dari Modus Sadis Penculikan hingga Pemerasan Kripto, Dua Pegawai Imigrasi Bali Terseret Skandal Kejahatan Internasional Mafia Rusia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.