- Home
-
- Luar Negeri
-
- El Nino Berpeluang Besar T...
El Nino Berpeluang Besar Terbentuk Antara Juni-Agustus
Rabu, 03 Jun 2026, 02:20 WIBJENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Selasa (2/6) menyatakan bahwa terdapat kemungkinan 80 persen fenomena El Nino yang menyebabkan pemanasan global akan berkembang antara bulan Juni dan Agustus, hingga meningkatkan risiko terjadinya peristiwa cuaca ekstrem.
âDipicu oleh suhu air laut yang luar biasa hangat di Pasifik tropis, kondisi El Nino sedang berkembang dan diperkirakan akan mempengaruhi pola suhu dan curah hujan global,â kata WMO.
Prakiraan dari jaringan global WMO menunjukkan pergeseran yang nyata menuju kondisi El Nino, dengan probabilitas mencapai 80 persen untuk bulan Juni-Agustus," kata organisasi yang berbasis di Jenewa, Swiss, itu.
El Nino adalah fenomena iklim alami yang menghangatkan suhu permukaan di Samudra Pasifik di wilayah khatulistiwa bagian tengah dan timur, membawa perubahan di seluruh dunia pada pola angin, tekanan, dan curah hujan. Biasanya, peristiwa ini terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan. Kondisi berfluktuasi antara El Nino dan kebalikannya, La Nina, dengan kondisi netral di antaranya.
Kepala WMO, Celeste Saulo, mengatakan bahwa dunia perlu bersiap menghadapi El Nino yang dapat memperparah kekeringan dan curah hujan lebat serta meningkatkan risiko gelombang panas baik di darat maupun di laut.
WMO menyatakan bahwa bahkan El Nino moderat pun membuat beberapa kejadian cuaca dan iklim ekstrem menjadi lebih mungkin terjadi.
Fenomena El Nino terakhir berkontribusi menjadikan tahun 2023 sebagai tahun terpanas kedua dalam sejarah dan tahun 2024 sebagai tahun dengan suhu tertinggi sepanjang masa, sekitar 1,55° Celsius di atas rata-rata praindustri tahun 1850-1900.
Peringatan Guterres
Menanggapi pernyataan dari WMO ini, Sekjen PBB, Antonio Guterres, menegaskan bahwa El Nino sedang tiba di depan pintu kita.
âDunia harus memperlakukannya sebagai peringatan iklim mendesak. Kondisi El Nino akan memperparah pemanasan global. Dampaknya akan terasa lebih berat, jangkauannya lebih luas, dan melintasi perbatasan dengan kecepatan yang menghancurkan,â ucap Guterres dalam sebuah pesan video
âSatu-satunya respons yang efektif adalah aksi iklim yang setara dengan krisis dengan mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil, mempercepat peralihan ke energi terbarukan, melindungi yang paling rentan, dan menyediakan sistem peringatan dini untuk semua,â tegas dia.
WMO sendiri dalam pernyataannya mengatakan bahwa untuk bulan Juni hingga Agustus, prakiraan menunjukkan dominasi suhu di atas normal yang hampir universal di hampir semua bagian dunia.
Hal ini meningkatkan risiko memperparah bahaya di beberapa wilayah, dan mempercepat terjadinya kondisi kekeringan di daerah dengan curah hujan rendah, demikian pernyataan tersebut.
Oleh karena itu WMO berharap peringatan dini akan memandu kesiapan, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap iklim seperti pertanian, pengelolaan air, energi, dan kesehatan. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Road to Sequis SHEPRENEUR 2026: Sequis Empower Hours Perkuat Conscious Branding dan Ketahanan Finansial Perempuan Wirausaha
-
KPR Subsidi Tenor 40 Tahun Siap Digulirkan, Cicilan Turun Jadi Rp773 Ribu!
-
Jangan Tunggu Krisis! Daerah Rawan Pangan Harus Jadi Prioritas
-
Trump: Orang Kedua dalam Komando ISIS Tewas oleh Militer AS dan Nigeria
-
Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas Bersama DLHKP dan Karang Taruna Gelar Gerakan Pilah Sampah dari Rumah.
-
Pemprov Jatim Revitalisasi 45 SMA, SMK, dan SLB dengan Anggaran Rp46,9 Miliar.
-
Wamenkeu Klaim Ekonomi RI Saat Ini Masih Jauh dari Situasi Krisis seperti Tahun 1998
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.