Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sejarah 15 Februari: Unjuk Rasa Anti-Perang Terbesar dalam Sejarah

📅 Rabu, 15 Feb 2023, 00:05 WIB | Oleh:
Sejarah 15 Februari: Unjuk Rasa Anti-Perang Terbesar dalam Sejarah Doc: Guy Smallman
Ket. Pawai anti-perang pada 15 Februari 2003 membawa hingga 2 juta orang ke jalan-jalan di London, Inggris.

Pada tanggal 15 Februari 2003, jutaan orang di lebih dari 600 kota di seluruh dunia turun ke jalan untuk memprotes invasi ke Irak, dalam apa yang disebut sebagai protes terbesar di dunia.

Berdasarkan laporan BBC, sekitar enam hingga sepuluh juta orang ikut serta dalam protes anti perang yang diselenggarakan di 60 negara selama akhir pekan tanggal 15 dan 16 Februari. Guinness Book of World Records 2004 bahkan mencatat unjuk rasa yang terjadi sepuluh tahun lalu itu sebagai unjuk rasa anti-perang terbesar dalam sejarah.

Di Amerika Serikat (AS), sekitar 200.000 orang berkumpul di depan gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setelah Menteri Luar Negeri AS kala itu, Colin Powell mengklaim bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal dan berencana mengirim militer AS ke sana.

Di Eropa, massa unjuk rasa bahkan lebih besar lagi. Institute for Policy Study menyebut sekitar tiga juta orang dilaporkan telah berdemonstrasi di Roma, Italia. Sementara 1,5 juta demonstran turun ke jalan-jalan di Madrid, Spanyol dan 750.000 lainnya berunjuk rasa di London, Inggris.

Selama dua hari yang dimulai pada 15 Februari 2003, dunia secara serempak menyerukan slogan "dunia mengatakan tidak untuk berperang!" dalam berbagai bahasa. Seruan "Bukan Atas Nama Kami" juga turut bergema di berbagai belahan dunia.

Jutaan demonstran itu turun ke jalan di ibu kota berbagai negara untuk mencegah perang melawan Irak yang disebut pemerintah Amerika Serikat memiliki senjata pemusnah massal, sebuah klaim yang tak pernah terbukti.

Klaim itu dimulai dengan pidato Presiden AS George W. Bush di Majelis Umum PBB pada 12 September 2002, yang berpendapat bahwa pemerintah Irak Saddam Hussein melanggar resolusi PBB, terutama mengenai senjata pemusnah massal.

Namun, perang yang diusulkan itu menuai kontroversi dengan banyak orang yang mempertanyakan motif pemerintah AS dan alasannya.

Kelompok anti-perang di seluruh dunia kemudian mengorganisir protes publik untuk menolak rencana invasi AS ke Irak.

Aksi protes lantas menjadi momen yang luar biasa bahkan cukup kuat untuk membuat pemerintah di seluruh dunia, termasuk yang disebut sebagai "Uncommitted Six" di Dewan Keamanan PBB, melakukan hal yang tidak terpikirkan, yakni menolak tekanan AS-Inggris untuk mendukung perang yang direncanakan Pemerintahan Bush.

Menurut Al Jazeera, Uncommitted Six merujuk pada keenam negara seperti Angola, Kamerun, Chili, Guinea, Meksiko, dan Pakistan, yang bergantung pada Amerika. Penolakan mereka terhadap invasi ke Irak bukan tanpa tekanan.

Media Timur Tengah itu melaporkan pemerintah Chili diancam dengan penolakan AS untuk meratifikasi perjanjian perdagangan antara keduanya. Sementara Guinea dan Kamerun terancam kehilangan bantuan AS. sedangkan Meksiko menghadapi kemungkinan berakhirnya negosiasi mengenai imigrasi dan perbatasan.

Sehari sebelum protes, tepatnya pada 14 Februari 2003, Dewan Keamanan dipanggil untuk mendengar laporan akhir dari dua inspektur senjata PBB untuk Irak.

Saat itu, banyak pihak yang telah mengantisipasi bahwa laporan mereka entah bagaimana akan mencoba melegitimasi klaim palsu atas dugaan senjata pemusnah massal Irak, sehingga AS dapat membenarkan perang. Tetapi mereka menyatakan dengan tegas bahwa senjata semacam itu tidak ditemukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

49 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.