Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Restorasi Meiji, Upaya Jepang Melawan Kekuatan Eropa

📅 Rabu, 15 Feb 2023, 06:35 WIB | Oleh:

Sebuah struktur politik baru yang meniru struktur di Eropa diberlakukan. Negara kemudian diarahkan pada industrialisasi dengan cepat. Selanjutnya melakukan pembangunan tentara dan angkatan laut modern.

Pembangunan militer yang pesat dibuktikan negara ini berhasil menang dalam perang melawan Tiongkok dan Russia masing-masing pada 1894 dan 1905. Pada akhir periode Meiji, Jepang tidak hanya menjadi negara terkuat di Asia timur tetapi juga menjadi kekuatan dunia.

Kemajuan yang diperoleh Jepang baik secara ekonomi dan militer mengejutkan pengamat asing sampai generasi sejarawan berikutnya. Kecepatan perubahan masyarakat Jepang selama periode Meiji tidak pernah terbayangkan oleh orang asing terutama Eropa yang cenderung memandang rendah orang Asia.

Pada ke-19 adalah era 'rasisme ilmiah' di Eropa. Mereka percaya secara bawaan lebih unggul daripada orang Asia. Beberapa bagian Eropa baru saja mengalami Revolusi Industri, dan standar hidup serta tingkat teknologi di sana jauh lebih tinggi daripada di bagian lain dunia.

Namun, terlepas dari penampilan luarnya, perubahan yang terjadi pada masyarakat Jepang selama periode Edo (1603-1867) membuat negara tersebut siap menghadapi ancaman dari kekuatan Eropa. Periode ini menjadi landasan bagi industrialisasi yang dilakukan secara cepat.

Sebelumnya Jepang adalah negara damai selama 250 tahun, dan secara umum, negara itu diatur dengan baik. Negeri ini memiliki sistem pemerintahan terdesentralisasi dimana kekuasaan dibagi antara bakufu, pemerintahan prajurit yang dikendalikan oleh keluarga Tokugawa, dan sekitar 270 keluarga daimyo yang memerintah wilayah mereka sendiri.

Sementara Jepang terbagi secara politik, ia memiliki sistem transportasi dan ekonomi yang terintegrasi secara nasional. Meskipun ekonomi Jepang didasarkan pada pertanian, terdapat produksi proto-industri berskala besar dari sejumlah komoditas penting termasuk kapas, sutra, kertas, lilin, dan garam. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.