Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Realisasi Anggaran Prioritas Nasional 2022 Rp439,1 Triliun

📅 Rabu, 15 Feb 2023, 16:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Realisasi Anggaran Prioritas Nasional 2022 Rp439,1 Triliun Doc: ANTARA/Agatha Olivia Victoria
Ket. Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata (tengah) dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (15/02/2023).

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi anggaran prioritas nasional pada tahun 2022 mencapai Rp439,1 triliun atau 93,47 persen dari alokasi anggaran Rp469,8 triliun untuk tujuh program prioritas nasional.

"Sebagian besar prioritas nasional menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan rata-rata capaian output dan serapan lebih dari 90 persen," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (15/2).

Dia memerinci untuk program ketahanan ekonomi realisasi anggarannya yaitu Rp17,4 triliun atau 94,1 persen dari alokasi Rp18,5 triliun, dengan jumlah output 1.166 atau 96,3 persen.

Kemudian untuk program pengembangan wilayah, realisasi anggaran tercatat Rp2,8 triliun atau 87 persen dari alokasi Rp3,2 triliun, dengan jumlah output 216 atau 96,4 persen.

Untuk program yang mendapatkan alokasi anggaran terbesar, yakni peningkatan sumber daya manusia, realisasi anggarannya mencapai Rp270,2 triliun atau 96,5 persen dari alokasi Rp280 triliun, dengan jumlah output 1.546 atau 95,9 persen.

Isa melanjutkan realisasi program revolusi mental dan kebudayaan senilai Rp5 triliun atau setara dengan 97,8 persen dari pagu Rp5,1 triliun, dengan capaian output 99,2 persen atau 268.

Program penguatan infrastruktur yang mendapat pagu anggaran Rp100 triliun telah terealisasi sebesar Rp88,3 triliun atau 88,3 persen, dengan 482 output atau 90,5 persen.

Realisasi anggaran program lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan perubahan iklim mencapai Rp6,3 triliun atau 88,5 persen dari alokasi Rp7,1 triliun, dengan jumlah output 218 atau 96,3 persen.

Terakhir untuk Program Polhukhankam dan transformasi pelayanan, serapan anggarannya mencapai 87,8 persen atau Rp49,1 triliun dari pagu Rp55,9 triliun, dengan capaian output 99,1 persen atau 422.

Dia menjelaskan masih terdapat 253 rincian output yang capaiannya kurang memuaskan (di bawah 80 persen), antara lain karena masalah pemindahan proyek dan kurangnya sosialisasi.

"Selain itu juga terdapat 576 rincian output yang serapannya kurang maksimal (di bawah 80 persen)," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.